BALIEXPRESS.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Puskesmas Karangasem II.
Salah satu bidan terbaik mereka, Ni Luh Putu Surya Adnyani, menjadi korban musibah banjir bandang dan dinyatakan meninggal dunia setelah terseret arus deras Sungai Pelintas, Minggu (6/7).
Tak hanya dirinya, anak semata wayangnya, I Wayan Eka Wira Yudistira, juga turut menjadi korban dalam insiden tragis tersebut.
Almarhumah dikenal sebagai tenaga kesehatan yang berdedikasi tinggi.
Mengawali karier sebagai bidan desa, Luh Putu Surya kemudian diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan terus mengabdi di Puskesmas Karangasem II hingga akhir hayatnya.
Menurut Kepala Puskesmas Karangasem II, dr. Gede Putu Dera Eka Adnyana, sosok almarhum dikenal sangat berdedikasi dan tidak pernah menolak tugas, bahkan saat kondisi fisiknya sedang tidak optimal.
“Beliau mengalami gangguan ginjal, tapi tetap semangat bekerja. Tak pernah sekalipun menolak tugas yang diberikan,” ungkapnya.
Di mata rekan-rekan sejawat, almarhumah adalah pribadi yang hangat dan mudah bergaul, baik dengan rekan senior maupun junior.
“Semua pegawai di sini sangat menghormati dan menyayanginya. Beliau sosok yang sangat baik,” tambah dr. Dera.
Peristiwa tragis itu terjadi saat Luh Putu Surya bersama anaknya hendak mengunjungi orangtua di Banjar Dinas Ijo Gading, Desa Seraya.
Karena akses jalan utama terputus akibat hujan deras, ia memilih melintasi jalur alternatif yang melewati Sungai Pelintas.
Naas, saat menyeberang, mereka terseret arus yang tiba-tiba meluap akibat curah hujan tinggi.
Kabar kepergian bidan yang telah banyak membantu masyarakat ini menyisakan luka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga seluruh jajaran tenaga kesehatan di Karangasem. (*)
Editor : Nyoman Suarna