Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

AMOR ING ACINTYA! Detik-Detik Tragis Bocah 10 Tahun Tewas di Kolam Renang Air Hangat Kintamani: Ibu dan Anak Berenang Terpisah

I Made Mertawan • Selasa, 8 Juli 2025 | 03:44 WIB

Tim Inafis Polres Bangli olah TKP bocah SD tenggelam di kolam renang, wilayah Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (6/7/2025).
Tim Inafis Polres Bangli olah TKP bocah SD tenggelam di kolam renang, wilayah Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (6/7/2025).

BALIEXPRESS.ID – Kabar duka menyelimuti Bangli. Seorang bocah laki-laki berinisial Komang AW (10), siswa kelas 3 SD asal Desa Tiga, Susut, meregang nyawa setelah tenggelam di kolam renang air hangat di Desa Batur Tengah, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Minggu (6/7/2025) sore.

Tragedi memilukan ini menyisakan banyak tanya: bagaimana bisa peristiwa nahas ini terjadi di tempat rekreasi yang seharusnya aman? 

Kronologi Mencekam: Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Kolam Dewasa

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, momen mengerikan ini pertama kali diketahui oleh salah satu pegawai kolam renang.

Saat ditemukan, Komang AW sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Bocah malang itu segera dilarikan ke sebuah klinik kesehatan terdekat di Banjar Dalem, Desa Songan. Namun, takdir berkata lain; nyawa Komang AW tak tertolong.

Pemeriksaan medis memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Bocah itu murni meninggal akibat tenggelam karena tidak bisa berenang.

Ironisnya, Komang AW ditemukan di kolam renang dengan kedalaman sekitar 2 meter, yang sejatinya diperuntukkan bagi orang dewasa.  

Faktor Kunci: Ibu dan Anak Berenang di Kolam Berbeda!

Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, membenarkan tragedi ini.

Ia mengungkapkan fakta mengejutkan yang mungkin menjadi kunci kelalaian fatal ini: korban datang ke lokasi bersama ibunya, namun keduanya berenang di kolam yang berbeda.

"Hal inilah yang membuat korban luput dari pengawasan, meski di sekitarnya ada orang lain," jelas Jaya Winangun pada Senin (7/7/2025).

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang standar pengawasan di kolam renang tersebut dan juga pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak-anak, terutama di area berisiko. 

Keluarga Ikhlas, Menolak Autopsi: Sebuah Musibah Tragis

Pihak keluarga Komang AW telah menerima kepergian buah hati mereka sebagai sebuah musibah.

Mereka menolak untuk dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat kesepakatan terkait hal tersebut.

Tragedi ini menjadi pengingat yang menyakitkan bagi kita semua akan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak di area air, terutama kolam renang. Keselamatan adalah prioritas utama. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Kintamani #kolam renang #Kabupaten Bangli