BALIEXPRESS.ID-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri, Tabanan, pada Minggu, 6 Juli 2025 menyebabkan banjir deras yang menyeret dua unit mobil di kawasan Perumahan Pondok Asri Residence, Desa Nyitdah.
Baca Juga: Tragedi Sungai Pelintas; AWK Sentil Pejabat Karangasem, Begini Katanya
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan diunggah akun Instagram @denpasarcerita, yang memperlihatkan air bah tiba-tiba meluap ke jalan kompleks perumahan, menghanyutkan mobil berwarna putih yang sedang terparkir.
Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menimbulkan kerusakan material yang cukup signifikan.
Fenomena ini pun menuai berbagai reaksi dari warganet yang menyoroti isu lingkungan, tata ruang, hingga kesalahan dalam perencanaan kawasan hunian
Beberapa warganet mengingatkan agar masyarakat tidak merusak lingkungan demi pembangunan.
Baca Juga: Dugaan Pencurian oleh Dua WNA di Toko Pakaian Sanur Berakhir Damai
“Mulai skrg mohon jaga lingkungan, jngn buang sampah sembarangan.. jngn babat phon.” ketik akun @tiwii_gex
“Kadang kurangnya aliran air seperti got gitu..” tulis akun @ratnadewisesa
Sebagian lainnya menyoroti bahwa banjir terjadi karena alih fungsi wilayah yang sebelumnya merupakan jalur air atau rawa.
“Disni bukan masalah sampah aja ya, mungkin dulundsnanya memang jalur air hujan, istilahnya rawa, kalau sekarang rawa dipake prlerumhan, kawasan villa ya jadinya begini,,,” tulis akun @kaduxticus17
“Di Tabanan, banyak aliran sungai kecil dan sedang, airnya cukup deras. Kalau pembangunan tidak memperhatikan aliran air sungai. Ya resiko tenggelam.” komentar akun @baliremerame
Baca Juga: Sosok Surya Dharma: Petinju 20 Tahun Asal Bali Juara WBC Asia Youth Super Flyweight
Ada pula yang mengkritik pemasaran perumahan yang tidak sesuai dengan realita di lapangan.
“Saat pemasaran, bebas banjir!! Kan di Tabanan ya percaya. Tapi... beberapa kali lihat perumahan di Tabanan sungguh bikin ciut nyali. Ada perumahan daerahnya berbukit. Atap tetangga sebelahnya persis di bawah jalan, ngga ada drainasenya.” – komentar akun @aniesamba
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya perencanaan tata ruang, manajemen drainase yang baik, dan pelestarian lingkungan di tengah pesatnya pembangunan perumahan dan villa di Bali.
Editor : Wiwin Meliana