BALIEXPRESS.ID-Sebuah video memperlihatkan detik-detik layangan terjatuh mengenai pengendara motor di Jl. Antasura, Denpasar, viral di media sosial.
Kejadian ini terjadi pada Selasa sore, 8 Juli 2025, dan beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Ketimbang Bandara Baru, AWK Dukung Pengembangan Lapter Letkol Wisnu di Buleleng
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @denpasarviralcom, dan hingga Rabu, 9 Juli 2025 telah ditonton lebih dari 600 ribu kali.
Dalam video tampak seorang pria turun dari mobil dengan ekspresi kesal lalu meminta anak muda berbaju merah pemilik layangan untuk meminta maaf kepada pengendara motor yang terkena imbas layangan tersebut.
“Mohon untuk berhati-hati buat semeton rare angon saat menaikan layangan, jangan sampai membahayakan pengendara di jalan!” tulis akun @denpasarviralcom.
Meski bermain layangan merupakan bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Bali, kejadian ini memicu kekhawatiran soal keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Tak Hanya di Kuta, Warga Denpasar Juga Mengeluh: Harga Tembus Rp 30 Ribu
Banyak warganet yang menilai permainan layangan harus dilakukan di tempat yang aman dan tidak membahayakan orang lain.
“Jangan dianggap sepele, tali layangan itu bahaya lo dan tajem. Kalau kena leher orang gimana? Jangan tersinggung, tapi itu fakta,” tulis akun @gungdewi_13.
Beberapa netizen juga mengkritik penggunaan alasan budaya untuk melegitimasi tindakan yang dapat membahayakan orang lain.
“Jangan berlindung dibalik kata tradisi, nu ade carik anggon tongos melayangan,” ketik akun @indrapbrn.
Ada pula yang mengingatkan bahwa kelalaian bisa berujung pada konsekuensi hukum.
“Nyawa taruhan to men kene tali layangan, masalah kene sontok sing engken dari pada kena hukum di sel rahayu,” komentar akun @aguswisnuu.
Saran juga disampaikan oleh pengguna lain agar lokasi bermain layangan dipilih secara bijak.
“Hemm mungkin yen melyangan cari lapangan yg jauh dari perumahan/di pantai gitu biar agak lebih aman,,,!!!!” komentar akun @rahadiartini.
Namun di balik insiden tersebut, sikap pemuda pemilik layangan yang langsung meminta maaf mendapat apresiasi.
“Respect sama ABG-ABG bertato, sopan santunnya bagus banget,” ujar akun @about.wounds_.
Insiden ini memperkuat urgensi edukasi keselamatan serta penegakan aturan terkait bermain layangan di ruang publik.
Terutama saat musim angin seperti sekarang, risiko kecelakaan akibat layangan meningkat, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi.
Editor : Wiwin Meliana