Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral!Luapkan Emosi, Pria Ini Kesal Diduga Dapat Perlakuan Diskriminatif

Putu Ayu Aprilia Aryani • Rabu, 9 Juli 2025 | 17:22 WIB

Seorang mendadak meluapkan amarah usai disebut pendatang tak penting ke Bali
Seorang mendadak meluapkan amarah usai disebut pendatang tak penting ke Bali

BALIEXPRESS.ID-Media sosial diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan seorang pria kesal usai diduga disebut sebagai pendatang yang tidak penting di Bali.

Rekaman tersebut diunggah oleh akun Instagram @everythingbali.official, dan langsung memicu perdebatan di kolom komentar.

Baca Juga: Viral! Layangan Jatuh Timpa Pengendara di Denpasar, Warganet Sentil Begini

Dalam video tersebut, tampak seorang pria merekam sambil meluapkan emosinya terhadap seseorang berbaju merah muda, yang disebutnya menyampaikan pernyataan bernada diskriminatif.

"Saya dibilang nggak perlu orang luar datang ke Bali, saya tersinggung bli," ucap pria tersebut dalam nada tinggi dikutip Rabu, 9 Juli 2025.

Ia juga meminta penjelasan dari beberapa pria berbaju merah mudah atas ucapan salah satu dair mereka tersebut.

"Tolong jelaskan dulu sama bapaknya itu kenapa nggak perlu orang luar datang ke Bali." lanjutnya.

Baca Juga: Ketimbang Bandara Baru, AWK Dukung Pengembangan Lapter Letkol Wisnu di Buleleng

Pria itu bahkan menegaskan bahwa dirinya telah menjadi warga Bali dengan  KTP yang dimilikinya.

"Saya nggak terima, dibilang pendatang nggak penting di Bali. Saya punya KTP, orang Buleleng," katanya sambil menunjuk plat mobil miliknya.

Sementara itu, pria berbaju merah muda yang berada di lokasi sempat menanggapi,

"Saya tahu kok," ujarnya singkat.

"Nggak gitu caranya pak, nggak punya etika. Saya punya etitud pak," lanjut pria yang merekam.

Situasi sempat memanas sebelum beberapa orang berpakaian merah muda lainnya mencoba menenangkan dan meminta video tersebut tidak disebarkan.

"Iya memang ada kata teman saya, tapi tolong dihapus videonya ya biar nggak viral," ucap salah satu pria yang terlihat berusaha meredakan suasana.

Namun, pria yang merekam menolak untuk menghapus video, sebelum masuk ke mobilnya.

Hingga kini, belum diketahui pasti di mana dan kapan kejadian ini terjadi, namun video tersebut terus menjadi perbincangan luas di media sosial.

Video ini memantik banyak reaksi dari warganet yang mengecam sikap diskriminatif terhadap warga dari luar Bali.

Banyak yang menekankan pentingnya semangat kebhinekaan dan hak setiap warga negara untuk tinggal dan bekerja di mana saja.

“Selagi masih KTP Indonesia yaaa nga papa laaa,” tulis akun @gojolokkk.

Baca Juga: Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Tak Hanya di Kuta, Warga Denpasar Juga Mengeluh: Harga Tembus Rp 30 Ribu

“Selama KTP Indonesia, kita bebas ke mana saja, bekerja di mana saja. Jangan rasis. Waktu COVID, tanpa orang luar Bali, ekonomi Bali pasti macet,” tulis akun @zato_srhmn.

Ada pula yang menyoroti sisi kemanusiaan dalam mencari nafkah.

“Kita sama-sama cari makan... Jangan pada ribut. Siapa aja boleh di Bali cari kerja buat makan. (Tyang nak Bali, taen merantau keluar Bali sing taen diperantauan care kene),” komentar akun @hen.arsi8675.

“Berarti orang Bali juga tidak boleh bekerja dan berusaha di luar Bali, fair kan?” sindir akun @mimoy683.

Bahkan ada warganet yang mengaku malu atas kejadian tersebut.

“Saya orang Bali, malu lihatnya. Jangan sombong baru ada wisata di daerahnya seenaknya bicara. Malu kita,” ujar akun @doank.anom.

Namun, sebagian netizen juga mencoba meluruskan, bahwa maksud pernyataan yang viral bisa jadi tidak menyeluruh.

“Lebih tepatnya bukan orang luar gak perlu datang ke Bali, tapi orang gak tau aturan gak perlu ke Bali,” kata akun @dede_april_saputra.

Baca Juga: Viral! Warga Kuta Keluhkan Kelangkaan dan Mahal Harga Gas 3 Kg, Niluh Djelantik Minta Pertamina Tindak Tegas

Isu ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam bermasyarakat dan menjaga harmoni antarsuku dan budaya, terlebih di wilayah multikultural seperti Bali.

Masyarakat berharap kejadian semacam ini tidak terulang, dan semua pihak mengedepankan saling menghargai sebagai sesama warga Indonesia.

 

Editor : Wiwin Meliana
#diskriminatif #bali #pendatang #emosi