Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasek Suardika Soroti Kasus Brigadir Nurhadi, Sebut Narkoba Ancaman Terbesar dalam Tubuh Polisi

Wiwin Meliana • Kamis, 10 Juli 2025 | 15:52 WIB

Advokat Gede Pasek Suardika turut berkomentar terkait kasus kematian Brigadir Nurhadi
Advokat Gede Pasek Suardika turut berkomentar terkait kasus kematian Brigadir Nurhadi

BALIEXPRESS.ID– Advokat dan politisi senior Gede Pasek Suardika (GPS) angkat suara terkait kasus tragis yang menimpa Brigadir Muhammad Nurhadi, anggota Propam Polda NTB, yang tewas diduga akibat pembunuhan oleh atasannya sendiri dalam sebuah pesta narkoba di Gili Trawangan.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, GPS menyebut bahwa narkoba adalah ancaman terbesar bagi institusi kepolisian itu sendiri.

Baca Juga: Usai Jadi Tersangka Misri Kerap Kesurupan, Ungkap Sosok Ini Halangi Bongkar Cerita

Ia menyoroti bahwa banyaknya oknum polisi yang terjerumus dalam lingkaran hitam narkoba menunjukkan persoalan serius yang harus segera ditangani.

"Begitu banyak oknum polisi terjerumus justru ketika bertugas untuk memberantas narkoba. Dari level atas sampai bawah, banyak perilaku menyimpang yang meruntuhkan masa depan dan mengubah kebanggaan keluarga menjadi beban memalukan," tulisnya dikutip pada Kamis (10/07/2025).

Pasek bahkan menyinggung kasus besar seperti Irjen Pol Teddy Minahasa, yang terlibat dalam perdagangan sabu dengan skala ton.

Baca Juga: Bertemu Setahun Lalu, Begini Kronologi Perkenalan Misri dan Kompol Yogi hingga Tragedi di Gili Trawangan

 Ia menilai bahwa lingkaran kejahatan narkoba tak hanya berada di luar sistem hukum, tetapi justru telah menyusup dan menjadi bagian dari tubuh aparat penegak hukum itu sendiri.

"Dari importir, penjual, pemakai hingga penjebak, semuanya melibatkan oknum. Circle narkoba tidak saja di luar aparat hukum, tetapi justru di dalamnya," lanjutnya.

Terkait kasus kematian Brigadir Nurhadi, GPS menilai bahwa bila benar pesta narkoba menjadi latar belakang insiden berdarah tersebut, maka kejadian ini harus dijadikan peringatan keras.

Baca Juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Misri Puspita Sari Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Hidupi Ibu dan 5 Adik

"Mungkin ini cara yang paling tragis untuk menghentikan laju ketergantungan itu. Bayangkan jika kelak jadi jenderal dengan perilaku seperti ini, korban di masyarakat akan lebih banyak lagi," tegas GPS.

Ia juga menyayangkan bagaimana perjuangan berat masuk Akademi Kepolisian (Akpol) bisa berakhir sia-sia hanya karena narkoba.

"Susah-susah masuk Akpol, lalu berakhir tragis seperti ini tentu sangat menyedihkan."

Sebagai penutup, GPS menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tegas, tanpa memandang seragam atau pangkat seseorang.

Baca Juga: Suami Pergoki Istri Berduaan dengan Bos Toko Buah dan Sayur, Reaksinya Bikin Geger

"Hukum tetap harus ditegakkan. Apapun seragamnya."

Kasus kematian Brigadir Nurhadi kini masih dalam proses penyidikan intensif oleh Polda NTB.

Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Ipda I Gede Aris Chandra Widianto, serta seorang perempuan bernama Misri Puspita Sari telah ditetapkan sebagai tersangka.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Brigadir Nurhadi #narkoba #pasek suardika #ancaman