Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mobil Terbang dan Robot Humanoid Warnai PEVC 2025 di Bali, Moeldoko Sebut Bali Tempat Ideal Inovasi Kendaraan Listrik

Rika Riyanti • Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:00 WIB

INOVASI: Gala dinner menjelang Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 yang resmi dibuka di Jimbaran Convention Center, Bali, Rabu (10/7).
INOVASI: Gala dinner menjelang Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 yang resmi dibuka di Jimbaran Convention Center, Bali, Rabu (10/7).

 

 

BALIEXPRESS.ID – Masa depan transportasi rendah emisi dipamerkan dalam Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 yang resmi dibuka di Jimbaran Convention Center, Bali, Rabu (10/7).

Konferensi yang digelar selama dua hari ini mempertemukan pelaku industri kendaraan listrik dari berbagai negara, menghadirkan inovasi revolusioner mulai dari mobil terbang asal Tiongkok hingga robot humanoid untuk sektor manufaktur otomotif.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) dan Gemalindo Kreasi Indonesia, dan mengusung tema “Empowering the Future: Navigating Trends and Challenges in the Global EV Landscape."

Baca Juga: Jalan Amblas di Bajera Lumpuhkan Akses Denpasar–Gilimanuk, Pengusaha Truk Terancam Rugi Ratusan Miliar

PEVC 2025 dibuka langsung oleh Ketua Umum PERIKLINDO, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko.

Dalam sambutannya, Moeldoko menegaskan peran strategis Bali dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Bali adalah tempat ideal untuk inovasi dan kebijakan kendaraan listrik yang bisa diterapkan secara nasional,” kata Moeldoko.

Baca Juga: Derita Kanker Ganas, Remaja Buleleng Tak Punya Biaya Berobat, Warga Bali Galang Donasi

Gubernur Bali, Wayan Koster, yang hadir memberikan pidato kunci, menegaskan komitmen Bali dalam mendukung transisi menuju transportasi hijau.

Bali bahkan menargetkan Net Zero Emission pada 2045, lebih cepat 15 tahun dari target nasional.

“Kami menyambut baik PEVC 2025 dan menempatkan Bali sebagai living laboratory bagi ekosistem kendaraan listrik Indonesia. Dengan dukungan regulasi progresif dan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi, Bali siap menjadi tempat uji coba kebijakan dan solusi mobilitas berkelanjutan,” ujar Koster dalam Gala Dinner di Kertha Saba sehari sebelum acara.

Baca Juga: Truk Gagal Nanjak Masuk Jurang di Sukasada Buleleng, Hengky Ungkap Momen Menegangkan

Selama dua hari pelaksanaan, PEVC 2025 menghadirkan serangkaian sesi pleno, keynote speech, dan breakout session dengan topik-topik strategis.

Di hari pertama, selain pidato dari Moeldoko dan Koster, turut hadir Duta Besar Tiongkok dan Indonesia yang membahas kolaborasi geopolitik dan teknologi dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik.

Sederet nama besar juga berbagi wawasan, seperti Sam Evans alias “The Electric Viking” yang membahas revolusi kendaraan listrik global, Catherine Feng dari Wiseman Shenzhen soal teknologi baterai, serta Ludwig Wang dari Kaihong Digital yang mengulas peran robot humanoid dalam sektor manufaktur.

Baca Juga: Tari Sang Hyang Dedari desa Geriana Kauh Karangasem, Penari saat Nadi Menaiki Bambu

Di hari kedua, pembahasan berlanjut pada aspek keselamatan baterai, tantangan produksi massal, hingga kendaraan otonom dan mobil berbasis perangkat lunak.

Salah satu sesi yang mencuri perhatian adalah pemaparan dari Tan Wang dari XPENG AEROHT mengenai mobil terbang dan masa depan ekonomi ketinggian rendah.

PEVC 2025 juga menjadi ajang unjuk gigi teknologi otomotif masa depan.

Baca Juga: Akibat Jalan Jebol, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Baturiti, Satu Unit Truck Towing Terjun ke Jurang

Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain: Mobil terbang XPENG AEROHT, Robot Humanoid untuk pabrik kendaraan listrik, Arsitektur baterai generasi baru Bedrock Chassis dari CATL, Solusi AI dan sistem pengemudian cerdas dari Huawei Digital Power.

Pemilihan Bali sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan.

Bali dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan dalam transformasi energi dan transportasi ramah lingkungan.

Baca Juga: “Parallels: Legacies in Flux” di Ubud Art Ground Satukan Seniman Bali dan Tiongkok

Beberapa kebijakan yang sudah diterapkan antara lain: Peraturan Gubernur No. 48 Tahun 2019 tentang kendaraan listrik berbasis baterai, Rencana Aksi Daerah KBLBB 2022–2026 dengan lima pilar utama, Penerapan kendaraan listrik untuk ASN dan pengembangan BRT listrik Sarbagita.

Moeldoko menyebut kebijakan tersebut sebagai potensi besar untuk menjadi percontohan nasional dalam ekosistem kendaraan listrik.

PEVC 2025 ditutup dengan sesi EV Community Unplugged, menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan internasional, seperti Hermawan Kartajaya, Sherly Tjoanda Laos, dan Al Busyra Basnur, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #kendaraan listrik #periklindo #jimbaran