BALIEXPRESS.ID-Sebuah truk pengangkut besi baja ringan dilaporkan terperosok di kawasan Jalan Raya Sambangan tembusan Sangket, tepatnya di kilometer 4.200, Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, pada Jumat, 11 Juli 2025.
Kecelakaan tunggal ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta.
Baca Juga: Video ‘Ghibah dan Fitnah’ Maia Viral, Ahmad Dhani Akui Al, El, Dul Tak Diberi Tahu: Mereka Komplain
Dari keterangan pihak kepolisian, truk diduga tidak kuat menanjak dan akhirnya mundur hingga masuk ke jurang.
Truk dikemudikan oleh Agus Sabariman, warga asal Jember, Jawa Timur. Saat kejadian, cuaca cerah, jalan kering, dan pandangan tidak terhalang, namun kontur jalan yang curam dan menikung diduga jadi pemicu utama.
Video tergulingnya truk tersebut beredar viral di media sosial dan menimbulkan beragam komentar warganet.
Seperti dilansir dari unggahan akun @punapisingaraja di Instagram, peristiwa tersebut menarik perhatian publik bukan hanya kejadian kecelakaannya, melainkan komentar warganet yang ramai-ramai menyoroti kelalaian pengemudi dan pelanggaran rambu lalu lintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Indonesia Masuk Pot 3 Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Calon Lawannya!
Banyak netizen geram karena sebenarnya sudah ada larangan bagi truk dan bus melintas di jalur tersebut, namun tetap saja dilanggar.
“Bengkung toh be ijine pelang dtu truk dn bus di larang melintas daerah dtu nu masi kmu ngambin kan nyungkling dadine.” tulis akun @gekayuu_c
“Pdhal udh ada larangan lewat sana.” ketik akun @andi.suartika
“Kan be misi rambu rambu bukanne di tugu tiga.”ketik akun @digi_produkku
Komentar-komentar tersebut memperlihatkan kekesalan warganet terhadap pengemudi yang dianggap abai terhadap peringatan.
Warganet lainnya juga memberi konteks bahwa jalur tersebut memang terkenal curam dan berbahaya, sehingga tidak layak dilalui kendaraan berat.
“Memang curam tanjakanya hampir 4 tahun lewat sini dulu.” ujar akun @iputusuardana13
Baca Juga: Pinjaman Jaminan BPKB Mobil dari SEVA: Dana Cepat Hingga Rp500 Juta
Ramainya komentar warganet menandakan keresahan terhadap masih lemahnya penegakan aturan lalu lintas, terutama terkait pembatasan kendaraan berat di jalur-jalur berbahaya.
Kecelakaan seperti ini dinilai bisa dicegah jika sopir mematuhi rambu dan aturan yang berlaku.
Pihak kepolisian masih menyelidiki faktor teknis dan non-teknis penyebab kecelakaan.
Publik berharap peristiwa ini menjadi peringatan serius agar peraturan lalu lintas benar-benar ditegakkan di lapangan.