BALIEXPRESS.ID-Polemik komentar bernada ancaman di grup Facebook @DRIVER GOCAR BALI kini berbuntut panjang.
Bukan hanya warganet yang dibuat resah, sejumlah tokoh publik dan pejabat daerah pun turut bersuara.
Baca Juga: Usai Tulis Komentar Ancam Bom Bali, Akun Facebook Ini Mendadak Hilang
Salah satunya adalah Senator DPD RI asal Bali, Niluh Djelantik, yang mengecam keras isi komentar dan mendesak aparat penegak hukum segera bertindak.
Komentar yang viral itu ditulis oleh akun Facebook bernama @Ahmadinejad Dan, yang merespons unggahan seputar lokasi penjemputan ojek online di kawasan Sanur.
Dalam komentarnya, akun tersebut menyampaikan kekesalan terhadap kebijakan desa adat Bali, bahkan menutup komentarnya dengan ancaman yang mengarah pada aksi teror:
"Ini Indonesia bukan negara Bali... atau Bali mau di Bom lagi di tangkap saja."
Baca Juga: Ancaman Bom di Grup Facebook Bali Viral, Ini Kronologi dan Tanggapan Warganet
Komentar ini sontak menyulut kegemparan publik. Tak butuh waktu lama, tangkapan layar pernyataan itu menyebar luas dan mendapat kecaman tajam dari masyarakat.
Niluh Djelantik mengunggah tangkapan layar komentar tersebut di akun media sosialnya dan mempertanyakan maksud di balik ujaran provokatif itu. Ia bahkan menandai akun resmi @ditressiber.bali dan @poldabali untuk segera menindaklanjuti.
"Ini maksud saudara Ahmadinejad menulis seperti ini apa ya? Mohon @ditressiber.bali dan @poldabali dapat menindaklanjuti agar masyarakat tidak was-was," tulisnya.
Menurut Niluh, masyarakat Bali tidak boleh dibiarkan dalam ketakutan akibat komentar tak bertanggung jawab yang berpotensi memicu konflik dan keresahan.
Tak hanya Niluh, anggota DPD RI asal Bali lainnya, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), juga buka suara. Dalam pernyataannya, AWK menyebut komentar tersebut sebagai bagian dari “perang gaya baru” antara ojek online dan ojek pangkalan di wilayah desa adat.
Baca Juga: Pemerintah Keluarkan Aturan Ayah Harus Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Begini Alasannya!
“Silakan @bnptri dan @poldabali tangani ancaman BOM ojek pangkalan. Ini perang gaya baru ojek online vs ojek pangkalan di Desa Adat,” tegas AWK di akun resminya.
Ia juga menyinggung bahwa kisruh transportasi di Bali seharusnya bisa ditangani lebih tegas oleh pemerintah agar tidak menimbulkan gesekan dan konflik sosial di lapangan.
Setelah viral dan menuai banyak kecaman, komentar tersebut diduga telah dihapus oleh pemiliknya. Bahkan saat ditelusuri lebih lanjut, akun @Ahmadinejad Dan sudah tidak ditemukan lagi di Facebook. Tidak diketahui secara pasti apakah akun tersebut dinonaktifkan, diblokir, atau dihapus secara permanen.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Polda Bali maupun Direktorat Tindak Siber terkait penyelidikan terhadap akun tersebut. Namun, publik mendesak agar pihak berwenang tidak tinggal diam mengingat ujaran yang dilontarkan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Editor : Wiwin Meliana