Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bandara Ngurah Rai Lakukan Overlay Runway, Operasional Dialihkan Sementara di Pagi Hari

Rika Riyanti • Rabu, 16 Juli 2025 | 00:08 WIB

PERBAIKAN: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tengah menjalani proses pemeliharaan landas pacu (runway) secara menyeluruh
PERBAIKAN: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tengah menjalani proses pemeliharaan landas pacu (runway) secara menyeluruh

 

 

BALIEXPRESS.ID – Demi menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tengah menjalani proses pemeliharaan landas pacu (runway) secara menyeluruh.

Pemeliharaan berupa overlay atau pelapisan ulang ini mencakup seluruh panjang runway sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter.

Pekerjaan ini merupakan bagian dari agenda pemeliharaan infrastruktur bandara yang bertujuan memastikan kekuatan struktur runway tetap terjaga.

Baca Juga: Buntut Pengeroyokan dan Pemerasan di Jimbaran, WNA Rusia Duga Oknum Imigrasi Jual Data Pribadinya ke Pihak Asing

Dalam aktivitas lepas landas maupun pendaratan, kondisi permukaan yang rata dan kokoh sangat krusial, sesuai dengan persyaratan keselamatan penerbangan yang berlaku.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, mengungkapkan bahwa setelah dua tahun terakhir berfokus pada perbaikan di area sisi darat seperti terminal, akses jalan, dan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), tahun ini perhatian utama dialihkan ke sisi udara, khususnya runway.

"Runway merupakan salah satu alat produksi utama dalam mendukung operasional bandara dan sebagai pengelola bandara, kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Untuk itu, kami harus memastikan fasilitas ini selalu dalam kondisi baik dan laik pakai dari sisi kekuatan maupun keandalan strukturnya," ujar Syaugi.

Baca Juga: Lansia Tuli Ditemukan Tewas di Dekat Sawah, Tubuhnya tak Utuh: Diduga Ini Penyebab Kematiannya

Menurutnya, pekerjaan overlay ini diproyeksikan selesai dalam 10 bulan.

Sebelum pelaksanaan dimulai, pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi landas pacu.

"Sebelumnya kami melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap kondisi perkerasan runway. Dari hasil evaluasi tersebut kami memutuskan untuk melakukan pemeliharaan dengan metode lapis ulang," jelasnya.

Baca Juga: Geger! Lansia Temukan Mayat Pemuda Membusuk di Pohon, Korban Diduga Depresi Usai Putus Cinta

Berdasarkan data pergerakan pesawat sepanjang 2024, Bandara I Gusti Ngurah Rai menempati posisi sebagai bandara tersibuk kedua di Indonesia dengan total 142 ribu pergerakan pesawat atau rata-rata 388 pergerakan setiap hari.

Bandara ini juga melayani sejumlah penerbangan yang menggunakan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300ER dan Airbus A380-800.

"Dengan trafik penerbangan yang terus meningkat setiap tahun serta pilihan pesawat berbadan besar yang digunakan oleh airline khususnya untuk penerbangan jarak jauh, maka kami rancang perkerasan runway agar memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi dan beban perlintasan yang berat. Langkah ini kami lakukan karena banyak penerbangan rute internasional dari dan ke Bali yang menggunakan pesawat berbadan besar. Seperti kita ketahui bersama, saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang melayani penerbangan rutin pesawat terbesar di dunia, A388," ujarnya.

Baca Juga: Kolaborasi Lintas Budaya Mempertemukan Mitos Klasik Bali

Agar tidak mengganggu operasional penerbangan, manajemen bandara telah menjalin koordinasi dengan Airnav Indonesia cabang Denpasar serta seluruh maskapai yang beroperasi.

Penyesuaian operasional dilakukan dengan menutup sementara runway pada pukul 02.00–07.00 WITA selama masa overlay berlangsung.

"Kami juga telah menerbitkan pemberitahuan kepada penerbang atau notice to airman (NOTAMN), karena selama waktu pekerjaan overlay untuk sementara runway kami tutup, yakni pada pukul 02.00 WITA sampai dengan 07.00 WITA. Dengan pemberitahuan ini, airline operator diminta untuk menyesuaikan jadwal penerbangannya dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai karena keselamatan penerbangan adalah hal mutlak yang wajib dipenuhi dan didukung oleh pihak terkait di bandara," pungkas Syaugi.(***)

Editor : Rika Riyanti
#overlay #bali #Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai #pemeliharaan