BALIEXPRESS.ID-Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Praktiksa Linggih, menyuarakan kritik tajam terhadap kebijakan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang diberlakukan Pemprov Bali.
Baca Juga: Tertangkap Basah Buang Sampah ke Sungai di Jalan Batukaru, 1 Warga Diamankan Satpol PP
Melalui unggahan di media sosial, politisi yang akrab disapa Ajus Linggih ini menyoroti bahwa kebijakan tersebut akan terasa timpang jika tidak disertai reward atau apresiasi nyata kepada wisatawan yang taat membayar.
“Pungutan ini gak masuk akal kalau tanpa reward bagi yang taat bayar,” tegas Ajus dalam pernyataannya, Rabu (16/7/2025).
Sejak diberlakukan, PWA sebesar Rp150.000 per orang telah menghasilkan pendapatan fantastis bagi daerah.
Baca Juga: Modus Ngaku Petugas BNN, Dua Pelaku Rampas Tas dan Hajar Pria, Kini Diringkuas Polsek Dentim
Hingga Juni 2025, Pemprov Bali mengklaim telah mengumpulkan Rp168 miliar, atau setara Rp933 juta per hari dari wisatawan asing.
Kunjungan wisatawan ke Bali sendiri meningkat 10–12% sepanjang 2025.
Pemungutan dilakukan bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan agen perjalanan, dengan imbalan insentif maksimal 3% bagi pihak pemungut.
Namun, Ajus menilai bahwa fokus pembahasan selama ini terlalu berat pada aspek sanksi bagi yang tidak membayar dan pembagian hasil dengan pihak ketiga, sementara wisatawan yang patuh membayar justru tidak mendapat perlakuan istimewa.
“Wisatawan yang taat bayar juga pantas dapat timbal balik yang nyata,” ungkapnya.
Dalam unggahannya, Ajus menyoroti bahwa hingga kini belum ada bentuk penghargaan langsung yang dirasakan wisatawan asing atas kontribusi mereka. Ia menyebut setidaknya tiga hal yang nihil diberikan di antaranya Diskon tiket masuk objek wisata, Fasilitas prioritas atau jalur khusus, dan Apresiasi simbolik.
Menurutnya, meskipun dana dari PWA digunakan untuk pelestarian budaya dan lingkungan, manfaat itu seharusnya terasa langsung oleh para wisatawan agar tidak terkesan sebagai pungutan sepihak.
Ajus mendorong agar Pemprov Bali segera mengevaluasi kebijakan PWA dengan menambahkan unsur insentif positif.
Ia juga mempertanyakan bentuk dampak yang bisa dirasakan secara langsung oleh wisatawan yang telah berkontribusi.
Baca Juga: Masih Ingat Aura Cinta? Dulu Debat Dengan KDM, Kini Rilis Lagu Malah Kena Hujat Lagi
“Pertanyaannya sekarang: apa reward, fasilitas, atau dampak positif yang bisa langsung dirasakan oleh wisatawan yang patuh membayar?” tutupnya.
Editor : Wiwin Meliana