BALIEXPRESS.ID- Untuk mendalami inovasi pengolahan sampah yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),
Sekretariat DPRD Provinsi Bali melakukan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB Kamis (17/7).
Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Kabag Umum Setwan DPRD Bali, Kadek Suantara Putra, rombongan diterima oleh Kepala Bidang Planologi dan Pemanfaatan Kehutanan Dinas LHK NTB, Burhan.
Rombongan di terima di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang berlokasi di Lombok Barat.
Dalam pemaparannya, Burhan menyebutkan TPA yang sudah beroperasi sejak tahun 1993 ini memiliki luas sekitar 13 hektare.
Sama halnya dengan TPA di Bali, TPA Kebon Kongok ini juga mengalami kondisi over kapasitas.
"Hal ini karena sejak digunakannya TPA ini, konsep penanganan sampah di NTB ini sama dengan daerah lain, yakni hanya memindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Sehingga TPA mengalami overload," jelasnya.
Karena hal itu, sejak tahun 2018 Pemerintah Provinsi NTB mulai melakukan terobosan NTB Zero Waste.
Upaya yang dilakukan adalah membentuk Satgas Zero Waste yang bertugas memberi komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
Selain membentuk Satgas, Pemprov NTB juga mengembangkan aplikasi Lestari untuk memantau data sampah secara real-time di seluruh kabupaten/kota.
“Melalui aplikasi ini, kami bisa tahu volume sampah, jam pembuangan, dan tingkat pengelolaan maupun penanganannya,” ungkapnya.
Selain pembentukan Satgas dan pengembangan aplikasi, Pemprov NTB juga melakukan berbagai inovasi lain, salah satunya adalah menyulap bukit sampah menjadi Land Fill Hill.
Land Fill Hill ini adalah bukit sampah yang disulap menjadi taman edukasi dan objek wisata berbasis lingkungan.
"TPA ini kami tata menjadi ruang terbuka hijau. Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat kota sambil belajar soal pengelolaan sampah,” ungkap Burhan.
Sementara itu, I Kadek Suantara, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Bali, menyatakan jika inovasi ng dilakukan NTB bisa menjadi inspirasi bagi Bali.
"Melalui kegiatan Sharing pengetahuan ini, kami ingin melihat langsung langkah-langkah strategis yang telah diterapkan untuk pengelolaan sampah secara terpadu,” ungkapnya.