Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ni Kadek Suparthi: Ajak Siswa Belajar dari Komunitas, Genjot Program Pragati

I Putu Mardika • Jumat, 25 Juli 2025 | 04:36 WIB

Kadek Suparthi, M.Pd, Kepala SMPN 6 Tejakula
Kadek Suparthi, M.Pd, Kepala SMPN 6 Tejakula
BALIEXPRESS.ID-Kepala Sekolah inspiratif datang dari sosok Ni Kadek Suparthi, M.Pd. Sejak dua bulan mengemban tugas memimpin SMPN 6 Tejakula, Suparthi langsung menggebrak dengan sejumlah program unggulan.

Ketekunannya dalam dunia pendidikan menjadikan Suparthi, kian diperhitungkan untuk berkontribusi membangun pendidikan dari Buleleng.

Kiprahnya pun menarik ditelusuri. Lahir di Kubutambahan, 14 Maret 1985, Suparthi memulai perjalanan karirnya dengan mengabdikan diri sebagai guru Agama Hindu di SMP Negeri 5 Kubutambahan sejak tahun 2009.

Suparthi bukan hanya seorang guru biasa. Ia juga aktif sebagai Sekretaris MGMP Agama Hindu Provinsi Bali dan Wakil Ketua MGMP Agama Hindu tingkat SMP se-Kabupaten Buleleng.

Keterlibatannya dalam berbagai organisasi menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan agama Hindu di Bali.

Di luar sekolah, Suparthi dipercaya menjabat Wakasek Kurikulum di UWP Vidya Wisata serta menjadi Pengurus Pusat Pandu Nusa di Bidang Prajasewanam. Melalui lembaga ini, ia aktif mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda.

Tidak hanya mengajar, ia juga seorang penulis buku aktif. Sejak 2019 hingga 2024, Suparthi telah menerbitkan berbagai buku pelajaran dan pendamping Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk jenjang SMP, baik melalui penerbit swasta maupun lembaga resmi seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Salah satu karya pentingnya adalah Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VIII Kurikulum Merdeka yang diterbitkan oleh Kemdikbudristek tahun 2021.

Ia juga terlibat sebagai penyusun Capaian Pembelajaran (CP) Pendidikan Keagamaan Hindu di Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI pada 2023.

Suparthi juga tercatat sebagai Guru Penggerak Angkatan ke-5 Kabupaten Buleleng tahun 2022. Ia turut ambil bagian dalam berbagai forum pendidikan nasional seperti Tim Penilai Buku Keagamaan Puslitbang Kemenag RI sejak 2021 hingga sekarang.

Pengabdiannya semakin luas ketika ia bergabung dengan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kemdikbudristek. Suparthi dipercaya sebagai penyusun perangkat ajar dan revisi Capaian Pembelajaran untuk Kurikulum Merdeka pada tahun 2023.

Tidak hanya itu, Suparthi juga menjadi Instruktur Tutorial Online (Tuton) di Universitas Terbuka sejak tahun 2023, serta dipercaya sebagai Pengajar Praktik Pendidikan Profesi Guru (PPGP) Angkatan 10 tahun 2024.

Kepemimpinannya juga tampak dalam peran strategis sebagai Ketua Lembaga Dharma Dana Prajasewanam (LDDP) Pandu Nusa dan Ketua MGMP Lintas Agama Kabupaten Buleleng tahun 2023. Ia membawa semangat toleransi dan keberagaman dalam dunia pendidikan.

Lulusan S1 dan S2 Pendidikan Agama Hindu ini terus mengembangkan diri dalam berbagai lini. Pada tahun 2024, ia menulis Buku Widyalaya tentang Sejarah Kebudayaan Hindu, yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI.

Kemudian terhitung 19 Mei 2025, Kadek Suparthi dipercaya menjadi Kepala Sekolah SMPN 6 Tejakula. Ia bahkan sudah meluncurkan 10 program unggulan yang disebut Pragati

Nama Pragati ini diambil dari bahasa Sanskerta berarti kemajuan, perkembangan, dan pencerahan. Program ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam mendorong pertumbuhan holistik siswa, baik secara spiritual, intelektual, sosial, maupun lingkungan.

Program ini meliputi Sapasis (Salam Sapa Siswa) menguatkan budaya sopan santun dan komunikasi positif di lingkungan sekolah.

Morning Shine (Sembahyang dan Hening Pagi) menanamkan nilai spiritualitas dan kesadaran diri sebelum memulai kegiatan belajar. Selanjutnya Gotum (Go Green with Tumbler) mendidik siswa untuk mengurangi plastik dan mencintai lingkungan melalui kebiasaan membawa tumbler.

Kemudian Gempar (Gerakan Memilah Sampah dan Reuse/Teba Modern) menjadi gerakan nyata dalam pengelolaan sampah berbasis kesadaran ekologis.

Kadek Suparthi saat bersama siswa SMPN 6 Tejakula untuk belajar dengan komunitas
Kadek Suparthi saat bersama siswa SMPN 6 Tejakula untuk belajar dengan komunitas

Selanjutnya Ganapati (Gerakan Ngayah Purnama Tilem) menanamkan nilai-nilai pengabdian dan spiritualitas Hindu melalui kegiatan ngayah berkala.

Ada juga program Gelis Manis (Gerakan Literasi Sekolah Membaca dan Menulis) menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa.

Wedlish (Wednesday English) menjadi ruang praktik peningkatan kompetensi bahasa Inggris secara tematik dan menyenangkan.

Wrespati Mebaosan (Kamis Berbahasa Bali Halus) merupakan upaya pelestarian bahasa daerah dan penguatan identitas kultural.

Genius (Gerakan Numerasi Inovatif untuk Sekolah) mendekatkan siswa pada pemahaman matematika melalui pendekatan kreatif.

Saseba (Sabtu Sehat Bahagia) mengajak siswa menjaga kesehatan jasmani dan kebahagiaan melalui senam dan makan buah bersama.

Bahkan, saat Minggu pun tetap produktif. Ia kerap melibatkan siswa untuk belajar dengan berbagai komunitas. Seperti Sea Community untuk diajak sharing dengan para siswa dalam mendaur ulang sampah menjadi bahan lebih berguna.

“Semisal, diajari buat ubur-ubur elektrik dari sampah plastik, membedakan kualitas tanah untuk tanaman, hingga printer huruf braille. Tentu ini menjadi pengalaman baru bagi anak didik kami untuk terus belajar secara langsung,” singkatnya.(dik)

Editor : I Putu Mardika
#SMPN #tejakula #agama Hindu #kepala sekolah #inspiratif