Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Jembrana Gelar Upcara Mulang Pakelem di Selat Bali Pasca-Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya  

I Gde Riantory Warmadewa • Jumat, 25 Juli 2025 | 14:15 WIB
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

BALIEXPRESS.ID – Pemkab Jembrana dijadwalkan menggelar upacara Segara Kerthi Mulang Pakelem di perairan Selat Bali bertepatan dengan Tilem Kasa, Sukra Pon Prangbakat, Jumat (25/7/2025).

Upacara ini dilaksanakan sebagai bentuk penyucian laut dan doa keselamatan setelah musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya beberapa waktu lalu.

Upacara dipusatkan di Dermaga LCM Gilimanuk dengan tingkatan Catur Rebah untuk pacaruan di darat, dan tingkatan bebangkit di laut yang disertai persembahan pekelem berupa kerbau.

Ritual akan dipuput oleh tiga sulinggih dari unsur Tri Sadhaka: brahmana, ida pandita, dan ida rsi.

“Upacara ini adalah bentuk tanggung jawab spiritual dan sosial terhadap laut Selat Bali, sekaligus sebagai doa agar pelayaran ke depan selalu diberikan keselamatan,” ujar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kamis (24/7).

Menurut Bupati Kembang, inisiasi ini juga merupakan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi spiritual Bali sekaligus menjaga ekosistem laut sebagai sumber kehidupan.

“Melakukan upacara ini secara rutin adalah bentuk pewarisan budaya dan penguatan identitas masyarakat Bali,” tegasnya.

Upacara ini terselenggara berkat kolaborasi antara PT ASDP Indonesia Ferry, Gapasdap Ketapang–Gilimanuk, dan partisipasi masyarakat melalui sistem punia atau donasi gotong royong.

Ketua Panitia Upacara, Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahaikusuma, menyampaikan bahwa rangkaian upacara juga akan diselaraskan dengan tradisi Petik Laut oleh para nelayan Gilimanuk. Tak hanya itu, doa lintas agama juga akan digelar.

“Kami turut mengundang para tokoh dari lintas agama untuk bersama-sama berdoa demi keselamatan laut dan masyarakat pesisir,” kata Gus Tony.

Pemerintah berharap, lewat upacara ini, kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga laut akan semakin tumbuh agar Selat Bali tetap menjadi wilayah yang suci, aman, dan lestari bagi generasi mendatang. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#selat bali #KMP Tunu Pratama Jaya #kapal tenggelam #jembrana