BALIEXPRESS.ID– Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang pria bersimbah darah di kawasan Taman Pancing, Denpasar, pada Kamis (24/7) sore.
Dalam video tersebut, seorang pria tampak duduk di pinggir jalan dengan tangan penuh luka dan darah, membuat warga sekitar panik dan mengira telah terjadi aksi penyerangan.
Baca Juga: Heboh Pria Bersimbah Darah di Taman Pancing, Bukan Korban Pembacokan
Namun, belakangan fakta mengejutkan terungkap dari rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial.
Salah satunya diunggah oleh akun Facebook bernama @Ajik Karisma, yang membagikan detik-detik kejadian sebenarnya.
Dalam rekaman CCTV yang terekam pada pukul 16.15 WITA, tampak keributan terjadi di sebuah area kos-kosan tak jauh dari lokasi kejadian.
Beberapa pria terlihat terlibat dalam cekcok, sementara seorang wanita diduga mencoba melerai.
Seorang pria yang mengenakan topi tampak duduk di atas sepeda motor, lalu mengeluarkan sebilah parang dari dalam tasnya.
Baca Juga: TK Desa di Bangli Terkendala SDM dan Sarana, Proses Alih Status Jadi Negeri Terhambat Aset
Tak disangka, pria tersebut kemudian menebaskan parang ke tangannya sendiri.
Aksi tersebut dilakukan berulang kali hingga tangannya terluka parah dan berlumuran darah. Diduga kuat, tindakan itu dilakukan karena pria tersebut ingin membuktikan bahwa dirinya kebal terhadap senjata tajam.
“Dari CCTV kita bisa melihat ada beberapa orang di sebuah kos-kosan bersitegang. Namun yang terluka itu membacok dirinya sendiri karena menganggap dirinya kebal dari senjata tajam,” tulis akun tersebut dalam unggahan videonya.
Setelah insiden terjadi, sejumlah orang yang berada di lokasi langsung memberikan bantuan. Salah seorang pria bahkan terlihat mengantar korban menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan.
Baca Juga: Pemkab Jembrana Gelar Upcara Mulang Pakelem di Selat Bali Pasca-Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya
Fakta ini sekaligus membantah narasi yang sempat beredar sebelumnya bahwa terjadi pembacokan atau penusukan di kawasan Taman Pancing.
Netizen pun ramai memberikan berbagai tanggapan, mulai dari serius hingga bernada satir.
“Syukur diperlambat matinya,” komentar akun @Imade Dwi Kurniawan.
Editor : Wiwin Meliana