Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Insiden Intoleransi di Padang, Pasek Suardika Kecam Penyerangan Rumah Doa Umat Kristen

Wiwin Meliana • Selasa, 29 Juli 2025 | 16:40 WIB

Massa Serang Rumah Ibadah di Padang Sarai
Massa Serang Rumah Ibadah di Padang Sarai

BALIEXPRESS.ID Advokat senior asal Bali, Gede Pasek Suardika, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden intoleransi yang terjadi di Kelurahan Padang Sarai, Kota Padang, Minggu (28/7/2025).

Dalam pernyataan melalui akun media sosialnya, ia menyesalkan terjadinya kekerasan terhadap umat Kristen yang tengah beribadah dan menilai peristiwa itu sebagai cerminan ketimpangan moral di masyarakat.

Baca Juga: Rumah Doa Umat Kristen di Padang Diserang Massa, Dua Anak Jadi Korban

“Sedih setiap melihat orang mendekatkan diri pada Tuhan dibully dan diancam, sementara untuk mabuk dan perilaku destruktif malah difasilitasi,” tulis Pasek.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi penyerangan sebuah rumah doa milik Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang, yang saat kejadian sedang digunakan untuk kegiatan belajar agama bagi puluhan anak-anak.

Dalam serangan tersebut, massa merusak bangunan dengan kayu dan batu, serta membawa senjata tajam.

Pendeta F. Dachi, yang memimpin kegiatan saat itu, mengatakan bahwa dua anak berusia 9 dan 11 tahun menjadi korban pemukulan.

Baca Juga: PPATK Blokir Rekening Nganggur 3 Bulan, Hotman Paris; Bapak-Bapak Jangan Merepotkan Masyarakat

 Satu anak mengalami cedera kaki dan tidak dapat berjalan, sementara satu lainnya mengalami luka di bahu. Keduanya telah dilarikan ke rumah sakit.

“Sebelum kejadian, saya dipanggil oleh ketua RT dan lurah. Di sana, mereka meminta agar kegiatan dihentikan. Tak lama setelah itu, datang massa dan terjadi penyerangan,” jelas Dachi.

Wakapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, mengonfirmasi bahwa sembilan orang terduga pelaku telah diamankan. Polisi juga masih mendalami motif dan tidak menutup kemungkinan penambahan jumlah tersangka.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, turut menyampaikan permohonan maaf kepada umat Kristen yang terdampak.

 Ia menyebut insiden itu dipicu oleh miskomunikasi antara warga sekitar dan pihak pengelola rumah doa, dan menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama.

Baca Juga: Sosok Dwi Wahyuni, Pejabat Pemkab Bangli yang Peduli Anjing Jalanan

“Kami menyesalkan insiden ini. Proses hukum sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang, kata Fadly.

Insiden ini menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat sipil dan tokoh nasional, termasuk Gede Pasek, yang menuntut pemerintah bersikap tegas terhadap pelaku intoleransi demi menjaga persatuan dan keberagaman Indonesia.

Editor : Wiwin Meliana
#prihatin #pasek suardika #Rumah Doa #kristen #diserang massa