Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kasus Ibu Hamil Reaktif Hepatitis di Bali Tembus 1.624, Bayi Terdampak Capai Ribuan

Rika Riyanti • Minggu, 3 Agustus 2025 | 02:28 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil

 

 

BALIEXPRESS.ID – Jumlah ibu hamil (bumil) yang terdeteksi reaktif hepatitis di Provinsi Bali terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, sejak 2023 hingga pertengahan 2025, tercatat sebanyak 1.624 kasus ibu hamil reaktif hepatitis, dengan 1.097 bayi lahir dari ibu yang terinfeksi.

Pada 2023, terdapat 630 kasus ibu hamil reaktif hepatitis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 433 bayi dilahirkan oleh ibu yang positif.

Baca Juga: Kolaborasi Pemprov Bali dan Kodam XI/Udayana, Gelar Pagelaran Seni Beleganjur Kreasi Sambut HUT ke-80 RI

Kota Denpasar mencatat jumlah tertinggi dengan 196 kasus ibu hamil dan 160 bayi, disusul Kabupaten Badung dengan 129 ibu dan 80 bayi.

Kabupaten lainnya juga mencatat temuan kasus, antara lain Buleleng (93 ibu, 89 bayi), Karangasem (59 ibu, 31 bayi), Jembrana (43 ibu, 23 bayi), Klungkung (38 ibu, 14 bayi), Tabanan (32 ibu, 19 bayi), Gianyar (29 ibu, 11 bayi), dan Bangli (11 ibu, 6 bayi).

Kasus ini melonjak pada tahun 2024, dengan jumlah ibu hamil reaktif hepatitis mencapai 703 orang dan 496 bayi yang dilahirkan.

Baca Juga: Sementon Bulldog A Raih Poin Penuh, Juara Grup E Masuk 16 Besar Bali Express Mini Soccer

Denpasar kembali mencatat kasus tertinggi dengan 235 ibu dan 151 bayi.

Sementara Badung mencatat 123 ibu dan 60 bayi, Buleleng (107 ibu, 125 bayi), Karangasem (66 ibu, 38 bayi), Tabanan (49 ibu, 33 bayi), Jembrana (43 ibu, 32 bayi), Gianyar (29 ibu, 25 bayi), Klungkung (29 ibu, 23 bayi), dan Bangli (22 ibu, 9 bayi).

Hingga Juni 2025, tercatat 291 kasus baru ibu hamil reaktif hepatitis, dengan 168 bayi yang telah dilahirkan.

Baca Juga: Sapu Bersih Laga Fase Grup, ini Profil Murni Jaya FC yang Lolos 16 Besar Bali Express Mini Soccer

Kota Denpasar masih mendominasi dengan 85 ibu dan 69 bayi, diikuti oleh Badung (74 ibu, 26 bayi), Buleleng (35 ibu, 32 bayi), Karangasem (32 ibu, 13 bayi), Tabanan (18 ibu, 8 bayi), Jembrana (14 ibu, 9 bayi), Klungkung (14 ibu, 5 bayi), Bangli (10 ibu, 4 bayi), dan Gianyar (9 ibu, 2 bayi).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, menjelaskan bahwa hepatitis merupakan penyakit yang menyerang hati (hepar), dan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga alkohol.

“Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang Hati (Hepar) yang disebabkan oleh virus, bakteri, obat-obatan ataupun alkohol. Hal yang menjadi perhatian adalah Hepatitis yang disebabkan oleh virus yaitu Virus Hepatits A, B, C, D dan E menimbulkan gejala demam, muntah serta gejala lain dan yang paling khas adalah kuning terutama pada mata dan kulit. Penularan tergantung dari penyebabnya. Hepatitis yang disebabkan oleh virus bisa ditularkan melalui cairan tubuh, pemakaian jarum suntik yang berganti-ganti dan tidak steril atau melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus,” jelas dr. Anom, Sabtu (2/8).

Baca Juga: Begini Kronologi Kecelakaan Lalu Lintas yang Tewaskan Pemotor di Bypass Ida Bagus Mantra

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan terus digencarkan, khususnya terhadap ibu hamil melalui promosi kesehatan dan skrining hepatitis secara menyeluruh.

“Upaya yang dilakukan adalah mencegah penularan yaitu dengan melakukan promosi kesehatan tentang Hepatitis dan melakukan skrining terutama kepada ibu hamil yang mewajibkan semua ibu hamil dilakukan pemeriksaan skrining hepatitis untuk mencegah penularan dari ibu yang menderita hepatitis kepada bayinya. Apabila ditemukan ibu hamil yang reaktif hepatitis akan dilakukan edukasi dan bayinya akan diberikan terapi pencegahan hepatitis,” ujarnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#kesehatan #bali #ibu hamil #hepatitis