BALIEXPRESS.ID– Suasana haru mewarnai Kongres VI PDI Perjuangan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8), saat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tiba di lokasi dan disambut langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Sindir Soal Ijazah Palsu, Amien Rais Sebut Jokowi Kaisar Kebohongan
Ini menjadi pertemuan perdana keduanya setelah Hasto tersangkut kasus hukum dan sempat menjalani proses penyidikan oleh KPK.
Yang membuat momen ini semakin emosional, Hasto baru saja menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto, sebuah langkah politik yang menyita perhatian publik.
Keputusan ini dinilai sebagai sinyal penting dalam dinamika hubungan antara partai penguasa dan oposisi pasca-Pemilu 2024.
Baca Juga: Niluh Djelantik Kecam Paralayang di Atas Pura Gunung Payung, Minta Pengusaha Ditertibkan
Saat Megawati tengah menyampaikan pidato pembukaan, Hasto muncul dan langsung menuju panggung.
Ia memberi hormat, mencium tangan Megawati, lalu memeluknya erat.
Sang Ketua Umum tampak terdiam, lalu tak kuasa menahan air mata.
Tangis haru pun pecah di tengah sorakan dan yel-yel para kader PDIP yang memenuhi ruangan kongres.
"Merdeka! Merdeka! Merdeka!" seru Megawati lantang, memecah keheningan dan disambut gemuruh tepuk tangan para peserta kongres.
Momen ini menandai kembalinya Hasto ke panggung politik nasional dalam posisi strategis, sekaligus mencerminkan simbol rekonsiliasi dalam lanskap politik Indonesia.
Pemberian amnesti dari Presiden Prabowo dipandang sebagai gestur politik besar yang membuka ruang dialog antara pemerintahan baru dan barisan oposisi.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Megawati soal makna politik dari amnesti tersebut, kehadiran Hasto di kongres disambut sebagai “kepulangan simbolis” bagi keluarga besar PDIP.
Para kader menilai ini sebagai bukti keteguhan partai dalam menghadapi tekanan politik dan hukum, sekaligus sinyal bahwa Hasto tetap mendapat dukungan penuh dari internal partai.
Editor : Wiwin Meliana