Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SRMP 17 Tabanan Kekurangan Guru, Menteri Rini Widyantini Janji Koordinasi Lintas Kementerian

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:34 WIB

kunjungan Meteri Rini ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Senin (4/8).
kunjungan Meteri Rini ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Senin (4/8).

BALIEXPRESS.ID- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini meninjau langsung kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Senin (4/8).

Dalam kunjungan terebut, Menteri Rini, meninjau langsung kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, dan melakukan interaksi langsung dengan siswa dan guru yang ada di SRMP 17 Tabanan.

Baca Juga: Polda Bali Sebut Pengibaran Bendera One Piece Bukan Masalah, Begini Penjelasannya

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Rini menerima laporan jika Sekolah Rakyat ini, meski sudah beroperasi sejak awal tahun ajaran baru 2025/2026 lalu, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan ternyata kekurangan tenaga pendidik.

 Pasalnya, tiga orang guru di sekolah rakyat tersebut mengundurkan diri.

Terkait hal tersebut, Menteri Rini menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial selaku pengelola sekolah rakyat, serta Kemendikdasmen untuk pemetaan kebutuhan dan penempatan guru melalui data dapodik dan program PPG.

“Formasi tenaga pendidik akan disesuaikan dengan jumlah siswa dan kebutuhan riil di lapangan. Kami masih menunggu formasi yang dibutuhkan oleh Kementerian Sosial,” ungkapnya.

Baca Juga: Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra Wafat, Dikenang sebagai Tokoh Spiritual dan Pemimpin Penuh Integritas

Kepala Sentra Mahatmiya Bali, Sumarno Sri Wibowo mengungkapkan, pengunduran diri tiga orang tenaga pendidik itu disebabkan oleh beberapa alasan.

Di antaranya karena jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal guru, serta penugasan dari instansi asal yang berbenturan dengan jadwal mengajar.

Akibatnya, jumlah guru yang aktif di SRMP 17 Tabanan kini hanya 11 orang dari kebutuhan 14 orang tenaga pengajar.

“Kondisi ini sudah kami laporkan dan saat ini dalam proses perekrutan kembali,” ungkapnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, SRMP 17 Tabanan menampung 75 siswa, yang berasal dari empat kabupaten di Bali yakni Tabanan (61 siswa), Buleleng (8), Badung (3), dan Denpasar (3). 

Baca Juga: Benarkan 5 Agustus 2025 Jadi Salah Satu Hari Terpendek di Bumi? Begini Penjelasan Ilmiah dan Dampaknya

Sekolah rakyat merupakan bagian dari Program Prioritas Presiden untuk membuka akses pendidikan bermutu, gratis, dan setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya dari desil I dan II.

Setiap siswa mendapatkan fasilitas belajar yang memadai serta asrama tempat tinggal selama menempuh pendidikan di sekolah rakyat. Selain itu, mereka akan mendapatkan seragam yang lengkap, uang rekreasi, serta biaya pulang ke rumah bagi para siswa. (gek)

 

Editor : Wiwin Meliana
#Sekolah Rakyat #Rini Widyantini #srmp #tabanan