Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Identitas WNA Pelaku Aksi Tightrope di Air Terjun Sekumpul Masih Misterius, Sempat Kecoh Pengelola Wisata

Wiwin Meliana • Kamis, 7 Agustus 2025 | 19:00 WIB

Viral di media sosial aksi WNA melakukan aksi ekstrem di atas tebing air terjun sekumpul
Viral di media sosial aksi WNA melakukan aksi ekstrem di atas tebing air terjun sekumpul

BALIEXPRESS.ID– Pemerintah Kabupaten Buleleng masih kesulitan mengidentifikasi kelompok wisatawan asing (WNA) yang nekat melakukan aksi tightrope atau aksi berjalan di atas tali di kawasan wisata Air Terjun Sekumpul, Senin pagi (4/8/2025).

Aksi ekstrem yang dilakukan tanpa izin tersebut langsung menjadi perhatian publik setelah rekaman video viral memperlihatkan seorang WNA menyeberangi jurang air terjun dengan hanya bertumpu pada seutas tali.

Baca Juga: Ahmad Dhani Gratiskan Lagu Dewa 19, Vokalis ADA Band: Royalti Bukan Suka-Suka, Tegaskan Hal Ini

Meski sudah dihentikan aparat, hingga kini identitas 12 turis yang terlibat belum berhasil dilacak.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, para turis tersebut diketahui menginap di salah satu homestay di Desa Sekumpul.

Namun, pengelola homestay tidak memiliki dokumentasi paspor mereka, sehingga mempersulit pelacakan identitas.

"Pengelola homestay tidak mendokumentasikan paspor sesuai dengan standar pengawasan orang asing. Sehingga kami belum mendapatkan identitas turis tersebut," ujar Dody, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga: 4.700 Lebih Pangkalan Resmi Pertamina, Pastikan Distribusi LPG 3 Kg Bersubsidi Sampai Pelosok

Kesalahan tersebut membuat pihak Kantor Imigrasi Singaraja turun tangan dan memberikan teguran kepada pihak homestay agar segera memperbaiki sistem pengawasan.

Dody menegaskan, setiap penginapan sebenarnya sudah diwajibkan menggunakan aplikasi Pengawasan Orang Asing (POA) untuk mendata turis asing.

"Cukup scan dan upload paspor setiap tamu yang menginap, untuk memudahkan pengawasan," jelasnya.

Baca Juga: Job Fair & Internship Bali 2025 Resmi Dibuka, Tawarkan 2.901 Lowongan Kerja dari 30 Perusahaan

Tak hanya pengelola homestay, kelompok WNA itu juga sempat mengecoh pengelola objek wisata dan aparat desa. Mereka membawa perlengkapan canyoning dan mengaku hanya akan melakukan aktivitas tersebut yang sebelumnya pernah dilakukan secara legal di kawasan Air Terjun Gitgit.

"Mereka sempat menunjukkan lisensi canyoning, sehingga dari desa dan pengelola juga tidak curiga. Tahu-tahunya pagi-pagi sudah ada tali terbentang di atas air terjun," ungkap Dody.

Aksi tersebut baru dihentikan setelah Bhabinkamtibmas Desa Sekumpul melihat langsung aktivitas berbahaya itu di lokasi. Dalam rombongan tersebut, dua orang sempat menyeberang, dan orang kedua itulah yang videonya sempat viral di media sosial.

Editor : Wiwin Meliana
#pengelola wisata #identitas #air terjun sekumpul #buleleng