BALIEXPPRESS.ID- Akibat gelombang tinggi di perairan Selatan Kabupaten Tabanan, selain membuat nelayan berhenti melaut, gelombang tinggi juga merusak tempat konservasi penyu serta areal pengeraman telurnya di Pantai Yeh Gangga, desa Sudimara Kecamatan Tabanan.
Baca Juga: Akhiri Polemik, Keluarga Bayi NKAMP Ikhlas dan Apresiasi RSUD Sanjiwani
Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia, menyebutkan akibat terjangan ombak, tempat konservasi penyu di Pantai yeh Gangga rusak para, sehingga menyebabkan pagar bak konservasi rusak.
“Terjangan ombak pada hari jumat lalu membiat beberapa bagian pagar kayu pada kawasan konservasi tersebut lepas. Tapi untuk penyu atau tukik yang dikonservasi tidak ada hilang,” jelasnya Minggu (10/8).
Dolia menyebutkan pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap pagar yang rusak tersebut.
Baca Juga: Kapal KMP Tunu Pratama Jaya 5888 di Selat Bali: MOGOK MESIN atau HOAX? Fakta Mengejutkan Terungkap!
Namun prosesnya menunggu kondisi gelombang kembali normal, sehingga perbaikan bisa dilakukan dengan maksimal.
Untuk saat ini, konservasi Penyu di Pantai Yeh Gangga ini memiliki lebih dari 250 tempat pengeraman yang ada di lokasi konservasi tersebut, sebanyak 150 tempat pengeraman sudah dalam kondisi menetas.
“Karena itu, kami berharap gelombang segera normal kembali, sehingga pagar bisa kami perbaiki dan tukik tidak hanyt terbawa gelombang,” hrapnya.
Baca Juga: Hasilkan Limbah B3, DLHK Badung Tutup Usaha Pembuatan Gentong
Selain menerjang tempat konservasi, ombak besar yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini juga merusak beberapa jukung milik nelayan. Akibat terjangan ombak, banyak jukung nelayan mengalami keboccoran.
“Selain merusak jukung, gelombang besar juga menyebabkan banyak jukung terbawa arus sehingga warga harus menarik jukung tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait gelombang tinggi, Ketua Paguyuban Nelayan Bali Ketut Arsanayasa, menyatakan jika potensi gelombang tinggi masih terjadi sampai 12 Agustus 2025 mendatang dan terjadi di seluruh perairan Selatan Bali.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Jebol di Desa Tista Kerambitan Rampung, Akses Lalu Lintas Kembali Normal
“Ketinggian gelombang antara 2,5 – 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok Bagian Selatan. Sedangkan, gelombang dengan tinggi antara 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan utara Pulau Bali dan Selat Lombok Bagian Utara,” pterangnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana