BALIEXPRESS.ID– Peta politik di Kota Solo mulai mengalami pergeseran signifikan.
Tiga politisi senior yang selama ini dikenal sebagai kader setia PDIP, yakni Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto, secara resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kepastian tersebut disampaikan oleh Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, pada Sabtu (9/8/2025).
Ia menyebut kehadiran ketiga tokoh ini sebagai suntikan energi baru bagi PSI, khususnya di wilayah Solo yang selama ini merupakan basis kuat PDIP.
“Benar, kami ketambahan tiga anggota baru yang merupakan tokoh Solo. Ginda, Wawanto, dan Dyah semuanya mantan anggota DPRD Solo yang sudah lama berkiprah memajukan kota ini,” ujar Yogo.
Perpindahan trio mantan legislator Solo ini dinilai tak lepas dari dampak Kongres PSI di Solo beberapa waktu lalu yang disebut memantik antusiasme berbagai kalangan.
Ginda diketahui sudah lebih dulu bergabung sebelum kongres, sementara Dyah dan Wawanto mendaftar secara daring pada Jumat (8/8).
Baca Juga: Ramp Door Jatuh ke Laut, KMP Tunu Pratama 5888 Nyaris Celaka di Pelabuhan Gilimanuk
Meski secara administrasi sudah bergabung, PSI masih menunggu kelengkapan dokumen pengunduran diri dari PDIP demi menjaga etika politik.
Yogo menyebut perpindahan ini bukan hanya soal posisi politik, tetapi juga karena adanya kesamaan visi dalam hal politik bersih, keterbukaan, dan dorongan untuk merangkul generasi muda.
PSI membuka ruang bagi ketiganya untuk duduk di struktur kepengurusan, baik di tingkat DPW maupun DPD. Penempatan mereka tinggal menunggu arahan dari DPP PSI.
“Kami mendapat tiga petarung yang siap memperkuat barisan. Pengalaman dan jaringan mereka adalah modal besar,” tegas Yogo.
Ginda Ferachtriawan, salah satu nama yang cukup dikenal dalam kancah legislatif Solo, mengonfirmasi kepindahannya ke PSI. Ia menyebut bahwa perpindahannya murni sebagai bentuk pencarian “warna baru” dalam berpolitik.
Baca Juga: Sosok Silfester Matutina: Loyalis Jokowi yang Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik Jusuf Kalla
“Sudah menyerahkan surat ke Ketua DPC PDIP Solo, Pak Rudy. Sudah pamit secara baik,” ungkap Ginda.
Menariknya, Ginda mengaku tidak berniat mencalonkan diri lagi sebagai anggota dewan. Fokusnya kini adalah mendorong anak muda untuk aktif dalam politik dan pengambilan kebijakan publik.
“Sudah dua kali nyaleg, cukup. Sekarang saatnya anak muda. Saya ingin mendorong mereka ikut berpolitik. Kebijakan publik itu lahir di ruang politik,” tegasnya.
Masuknya tiga eks politisi PDIP ke PSI menjadi sinyal kuat perubahan arah dukungan politik di Solo, kota yang selama ini dikenal sebagai “kandang banteng”—julukan untuk basis PDIP di Jawa Tengah.
Editor : Wiwin Meliana