BALIEXPRESS.ID– PT Bali Turtle Island Development (BTID) atau Kura-Kura Bali menegaskan tidak pernah mendorong percepatan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
Kepala Komunikasi PT BTID, Zakki Hakim, menegaskan bahwa penutupan tersebut sepenuhnya merupakan kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Sidak Mendadak di Berawa: Koster dan Adi Arnawa Tinjau Beach Club hingga Resort Baru
“Kalau dari kita sih penutupan TPA Suwung ini kan adalah kebijakan dari pemerintah provinsi dan instansi terkait. Sesuai dengan pernyataannya Menteri KLH ya, Kementerian Lingkungan Hidup kepada semua kepala daerah di Indonesia terkait pengolahan sampah tanpa sistem open dumping. Ya, keputusan ini bukan dari kami dan berada di luar kendali kami,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (11/8).
Menanggapi isu bahwa penutupan TPA Suwung terkait rencana pembangunan lapangan golf, Zakki menegaskan hal itu tidak ada hubungannya dengan Kura-kura Bali.
“TPA Suwung itu kan bukan wilayahnya Kura-Kura Bali ya. Itu kan lahannya Tahura kan milik pemerintah pusat yang dipinjamkan ke pemerintah provinsi sih kalau enggak salah dan digunakan oleh pemerintah kota dan kabupaten. Jadi ya kita enggak ada (hubungannya), udah beda areal gitu,” tegasnya.
Ia juga menepis tudingan bahwa pihaknya mendorong percepatan penutupan TPA Suwung.
Baca Juga: Tiga Politisi Senior PDIP Solo Resmi Hijrah ke PSI, Peta Politik Kota Bengawan Bergeser
Zakki mengingatkan bahwa persoalan TPA Suwung sudah menjadi isu lama, bahkan sebelum adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.
“Iya enggak sih, karena kan kalau kita ingat ya waktu kebakaran Suwung ya tahun 2023 ya Oktober itu selama 1 bulan itu kan seluruh Bali kan ya waktu itu yang minta ada solusi gitu kan terhadap TPA Suwung. Karena kan waktu itu asepnya kan kebetulan juga ketepatan enggak ke arah kita tapi anginnya kan ke arah terutama ke Pedungan, Sesetan, Sidakarya, dan bahkan sampai ke Kuta gitu dan sempat mengganggu Bandara Ngurah Rai juga dan waktu itu sempat jadi isu nasional bahkan kan dari pemerintah pusat waktu itu juga turun ikut bagaimana menanggulangi kebakaran sampah TPA Suwung pada waktu itu,” katanya.
Menurutnya, penutupan TPA Suwung memerlukan kerja sama semua pihak untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah Bali yang sehat dan berkelanjutan.
“Jadi ya ini kan juga isunya sudah menahun ya dan tentunya ya sangat berat kan betul apa bertahun-tahun bahkan sebelum ada KEK Kura-Kura Bali juga sudah jadi jadi wacana (ditutup) begitu dan ya tentunya ini butuh kerja sama dari semua pihak ya untuk supaya bisa ada solusi supaya Bali bisa punya sistem pengelolaan sampah yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Terkait sikap perusahaan atas keputusan pemerintah, Zakki menegaskan pihaknya mendukung kebijakan tersebut.
“Ini kan keputusan pemerintah pusat ya dan sudah dari sebelum-sebelumnya pun kalau memang ada namanya kebijakan pemerintah ya kita ya kita dukung karena kan salah satunya kan kita kemarin juga akhirnya bersama dengan Bappenas dan juga dengan KemenPUPR kita juga ikut-ikut mendukung program pembangunan TPS 3R di Desa Serangan seperti itu,” jelasnya.
Ia memaparkan bahwa pihaknya juga telah melakukan kerja sama pengelolaan sampah di Desa Serangan.
“Dan kita juga masuk di Desa Serangan dengan Banjar-banjar itu kita membangun bekerja dengan pihak ketiga, bekerja sama dengan pihak ketiga itu membangun apa lubang-lubang sampah gitu yang mungkin cocok dengan daerah Desa Serangan. Jadi belum seperti Teba modern tapi menuju ke sanalah kayak gitu,” ungkapnya.
Menurutnya, karakter sampah di wilayah tersebut memerlukan penanganan khusus.
Baca Juga: Ramp Door Jatuh ke Laut, KMP Tunu Pratama 5888 Nyaris Celaka di Pelabuhan Gilimanuk
“Jadi karena kan lain sampahnya walaupun dia sama-sama sampah organik penanganannya beda ya dan kebetulan kan di Desa Serangan lebih banyak sampah-sampah organik yang kayak dari sampah apa dari di bahari ya, dari, dari kuliner, ikan, dan lain sebagainya, makanan-makanan seafood gitu. Jadi ya, yang hal-hal kayak gitu jauh sebelum ada isu ini kita sudah apa ya, bekerja sama dengan pemerintah lah gitu kan. Dan memang itu sudah ada pemerintah dari lama gitu, bagaimana ada solusi alternatif dari penanganan sampah dan lokasi sumber seperti itu,” kata Zakki.(ika)
Editor : Wiwin Meliana