BALIEXPRESS.ID – Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack mengaku belum menerima informasi resmi terkait kabar penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang disebut-sebut berkaitan dengan proyek luxury di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali.
Ia menyebut pihaknya saat ini masih sebatas memantau perkembangan isu tersebut.
“Kita akan pikirkan, tapi jujur belum sampai ke DPRD. Kami hanya baru mengamati. Tentu setelah hari jadi Pemprov Bali tanggal 14 kita akan memberikan pendapat. Hari ini kami konsen dulu untuk itu,” ujarnya, Selasa (12/8).
Menurutnya, hingga kini DPRD masih berkoordinasi dengan pihak eksekutif untuk memastikan informasi yang beredar agar dapat memberikan jawaban yang tepat kepada masyarakat.
“Kalau secara resmi kan belum (TPA Suwung ditutup karena Proyek Luxury). Tapi kami juga kan pembaca medsos,” tambahnya.
Dewa Jack mengingatkan agar publik tidak terburu-buru berspekulasi, mengingat wacana terkait perubahan fungsi TPA Suwung sudah sering mencuat sebelumnya.
Baca Juga: PHDI Klungkung Gelar Upacara Manusa Yadnya Massal, 800 Peserta Terdaftar
“Janganlah berandai-andai. Dari dulu juga gitu. Kan jadi begini, kan jadi bandara, kan jadi begini. Belum nyampai ke DPRD,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika nantinya lahan TPA Suwung memang digunakan untuk proyek tersebut, maka harus mempertimbangkan ketentuan Undang-Undang Provinsi, terutama mengenai pemanfaatan wilayah pesisir.
“Pasti akan menjadi pertimbangan kita seandainya. Ada pembangunan ke depan. Kepemilikan tanahnya masih pusat. Jadi tentu LH yang nanti menentukan,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti