Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasca Puluhan Siswa SMP Keracunan Nasi Kantin, Pengawasan Kantin Sekolah Diserahkan ke Sekolah, Dinkes Ngeles Sebut Hanya Lakukan Pembinaan

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:54 WIB
PERAWATAN : Sejumlah siswa saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Banjarangkan pasca mengeluh pusing dan muntah.
PERAWATAN : Sejumlah siswa saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Banjarangkan pasca mengeluh pusing dan muntah.


BALIEXPRESS.ID – Kasus dugaan keracunan makanan di SMPN 3 Banjarangkan kembali mengingatkan pentingnya pengawasan kantin sekolah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klungkung menegaskan, bahwa kewenangan pengawasan ada pada sekolah masing-masing.


Meskipun Dinkes melalui Puskesmas juga berperan dalam melakukan pembinaan dan monitoring.


Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Klungkung, I Wayan Suardana, menjelaskan bahwa kantin sekolah sehat merupakan bagian integral dari program Gerakan Sekolah Sehat yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dimana kantin sekolah sehat harus memenuhi sejumlah kriteria. “Kriterianya meliputi makanan yang dijajakan, fasilitas higiene, serta lingkungan kantin yang bersih dan sehat,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).


Dalam pengelolaan kantin sehat, pengawasan dilakukan secara berlapis. Sekolah memiliki kewajiban melakukan pengawasan rutin setiap hari terhadap kebersihan, kualitas makanan, dan ketersediaan pangan sehat. Sementara itu, Dinas Kesehatan melalui puskesmas berperan dalam pembinaan serta monitoring dengan memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah.


“Rekomendasi diarahkan agar kantin menyediakan makanan bergizi, memastikan keamanan pangan, serta memiliki fasilitas cuci tangan dengan air bersih dan sabun. Kami juga menekankan higiene petugas kantin serta sanitasi lingkungan sekitar,” jelas Suardana.


Petugas kesehatan lingkungan (sanitarian) dari puskesmas bertugas melakukan inspeksi secara berkala dan melaporkan hasilnya melalui aplikasi e-Monev setiap bulan, triwulan, hingga semesteran. Selain sasaran kantin sekolah, Dinkes juga melakukan inspeksi terhadap warung dan tempat pengolahan makanan untuk pemberian label laik higiene dan sanitasi.


Terkait anggaran pengawasan, Suardana menyebut tidak ada alokasi khusus untuk pengawasan kantin sekolah. Namun, pemeriksaan sampel makanan, air minum, dan pemantauan kualitas air bersih dibiayai melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari pemerintah pusat.

 

“Pengawasan sehari-hari menjadi tanggung jawab pihak sekolah, sementara pemeriksaan berkala dilakukan puskesmas,” tegasnya.


Saat ini, pemantauan di SMPN 3 Banjarangkan tengah dilakukan oleh Tim Gerak Cepat Keracunan Dinkes Klungkung. Inspeksi kesehatan lingkungan disertai edukasi kepada pengelola kantin, serta pemberian dukungan psikologis kepada warga sekolah.

 

“Kami fokus mencari penyebab dan memastikan upaya perbaikan,” pungkas Suardana.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa sebanyak 26 siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dilarikan ke Puskesmas Banjarangkan setelah mengalami gejala sakit perut dan muntah-muntah, Rabu (13/8/2025). Dugaan sementara, para siswa mengalami keracunan makanan setelah makan nasi di kantin sekolah.

Kepala Puskesmas Banjarangkan, dr. Wayan Agus Arisnawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan jika pihaknya menerima pasien yang merupakan siswa SMPN 3 Banjarangkan sekitar pukul 09.00 WITA dengan keluhan pusing, mual dan muntah. Dengan total pasien yang datang sebanyak 26 orang.

 

"Keluhan itu muncul setelah mereka makan nasi yang ada di kantin sekolahnya," ujarnya. 

 

Ia menyebut pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Bali. “Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dua hari ke depan. Dari situ akan diketahui penyebab pastinya,” ujarnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#Pembinaan #dinkes #keracunan #sekolah #kantin #pengawasan #puskesmas #klungkung