BALIEXPRESS.ID– Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menjadi salah satu pionir dalam penerapan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Tap untuk layanan transportasi umum di Bali. Sistem ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran hanya dengan menempelkan telepon pintar, tanpa perlu memindai kode QR.
Baca Juga: Putar Lagu di Pernikahan harus Bayar Royalti? DPR Beri Jawaban Tegas: Begini Katanya
Diwawancara usai Upacara Peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI) untuk mengimplementasikan QRIS Tap.
“Kami sudah dapat izin dari BI untuk di QRIS Tap, saat ini kami sudah ikut serta juga dalam pelaksanaan, sudah uji coba untuk QRIS Cross Border Jepang, yang rencana dilaunching oleh Gubernur BI 17 Agustus di Jakarta. Mudah-mudahan BPD Bali lolos,” ujarnya, Kamis (14/8).
Baca Juga: Bupati Sudewo Didemo Warga, Video Dukungan Jokowi Saat Pilkada Kembali Viral
Sudharma menambahkan, QRIS Tap akan digunakan di berbagai fasilitas umum seperti bus. BPD Bali juga telah memiliki uang elektronik server “Bali Pay” yang dapat digunakan untuk transaksi ini.
“Termasuk uang elektronik lainnya bisa digunakan untuk QRIS Tap, sekali tap tergantung sinyal kecepatannya,” katanya.
Tidak hanya itu, BPD Bali juga mencatat kemajuan pada layanan QRIS Cross Border dengan tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand, untuk transaksi inbound dan outbound.
“Kalau Jepang masih tahap di outbound, kami yang ke sana, kalau yang ke sini masih terus diproses, itu tergantung bank sentralnya juga. Malaysia yang paling banyak QRIS Cross Border-nya, di antara BPD seluruh Indonesia, rasanya baru BPD Bali yang menerapkan QRIS Cross Border,” ungkapnya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja, mengatakan peluncuran QRIS Tap di Bali dilakukan untuk mendukung sarana transportasi umum melalui Trans Metro Dewata (TMD). “Semoga ini dapat memberikan kemudahan pada masyarakat sekaligus menggaungkan kebiasaan untuk menggunakan transportasi publik,” ujarnya.
Erwin menambahkan, saat ini target pengguna QRIS di Bali sudah mencapai satu juta dan diharapkan terus bertambah. “Untuk HUT ke-67 Provinsi Bali, kami memberikan diskon khusus QRIS Tap ini lewat TMD. Masyarakat hanya membayar Rp1.000 dari tanggal 14 Agustus sampai 31 Agustus,” jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, menyebut QRIS Tap memberikan kemudahan karena terhubung langsung dengan rekening pengguna tanpa perlu top-up saldo e-money.
“Ini semua rute dan untuk Trans Serbagita. Sudah terintegrasi Trans Metro dan Trans Serbagita, jadi nanti kalau ngetap di Trans Metro bisa ngetap selanjutnya di Trans Serbagita gratis. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Baca Juga: De Gadjah Diangkat Jadi Dewan Penasehat Perbati Pusat
Samsi berharap, inovasi ini dapat meningkatkan jumlah penumpang. Saat ini, rata-rata jumlah penumpang harian mencapai 4.800 di semua rute, atau sekitar 1.800 penumpang per hari dalam tiga bulan terakhir sejak beroperasi kembali.
Dengan penerapan QRIS Tap dan pengembangan QRIS Cross Border, BPD Bali tak hanya mendukung digitalisasi pembayaran di sektor transportasi, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai pelopor inovasi perbankan daerah yang terhubung dengan jaringan global.(ika)
Editor : Wiwin Meliana