Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Direktur Dilantik, RSUD Giri Asih dan Suwiti Tidak Langsung Dibuka

Putu Resa Kertawedangga • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 01:37 WIB

Pelantikan sejumlah pejabat di Pemkab Badung, diantaranya Direktur RSUD Giri Asih dan Suwiti, Kamis (14/8).
Pelantikan sejumlah pejabat di Pemkab Badung, diantaranya Direktur RSUD Giri Asih dan Suwiti, Kamis (14/8).

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung telah mengisi jabatan direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Giri Asih dan Suwiti.

Namun dua RSUD tersrbut belum langsung dibuka, sebab masih mengurus izin operasional dan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Meski demikian Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meyakini dua RS plat merah ini akan segera beroperasi.

Baca Juga: Bupati Klungkung Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka Jelang HUT RI ke-80, Tanamkan Nilai Nasionalisme dan Disiplin Tinggi

Hal ini disampaikan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Badung, Jumat (15/8).

Menurut Adi Arnawa, RSUD Giri Asih dan Suwiti akan segera dibuka.

Sebab hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Daratan Bali Menyusut karena Abrasi, Koster Koordinasikan dengan DPR RI Susun Raperda Penanganan Pantai

“Astungkara bisa secepatnya, karena ini dalam upaya kami memberikan layanan yang lebih dekat, lebih cepat lagi untuk masyarakat kami, khususnya di Badung Utara,” ujarnya.

Pihaknya menyebutkan, setelah operasionalnya, kedua RSUD ini dapat bergerak cepat beriringan dengan RSD Mangusada.

Sehingga dengan adanya tiga RS milik Kabupaten Badung dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga: Disebut Bisa Untung Rp 100 Triliun, Gubernur Koster Tegas Tolak Pembangunan Kasino di Bali

“Saya tidak mau antara RSUD Giri Asih dan Suwiti yang baru ini ada satu perbedaan dengan Mangusada. Kami ingin tiga RS ini berlomba-lomba untuk membangun kinerja yang baik, yang outputnya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita mengatakan, pengisian direktur dua RSUD baru merupakan tahap awal.

Saat ini dirinya mengaku akan mempercepat perolehan izin operasioanal. Kemudian akan mengurus akreditasi RSUD.

“Nah orang biasanya nyiapin akreditasi ini lama, paling cepat enam bulan. Karena kalau tidak akreditasi, harusnya tidak bisa lanjut kredensialing BPJS,” ungkap Padma Puspita.

Dirinya mengaku, kredensialing ini adalah langkah untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Hal ini dilakukan lantaran saat ini kebanyakan masyarakat berobat menggunakan tanggungan dari BPJS Kesehatan.

Untuk itu diperkirakan dua RSUD ini akan beroperasi sekitar 6-8 bulan kedepan.

“Nah ini istilahnya, benar-benar kami upayakan supaya tidak lebih dari 6-8 bulan,” terangnya.

Lebih lanjut Padma Puspita menambahkan, RSUD Giri Asih nantinya akan memiliki tipe C, yaitu dengan kepemilikan 100 tempat tidur dalam melayani pasien.

Untuk RSUD Suwiti akan dibuka dengan tipe D, dengan jumlah 50 tempat tidur.

Untuk pekerja di dua RSUD ini juga telah dilakukan rekrutmen CPNS untun tenaga kesehatan.

Namun ternyata masih kekurangan, dari tenaga administrasi.

“Mungkin nanti akan ada pergerakan perpindahan dari PPPK ke sana, untuk melengkapi. Karena dari perbadingan jumlah tempat tidur (SDM-nya) masih kurang,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Direktur #rsud #Pemkab Badung