Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

'Botol Lupa Tutupnya', Oka Astawa Suarakan Isu Lingkungan Lewat Instalasi dari Sampah Plastik

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:57 WIB
SENI : Karya instalasi bertajuk “Botol Lupa Tutupnya: Ironi Kaum-kaum Terlupakan”, yang memanfaatkan ribuan tutup botol plastik.
SENI : Karya instalasi bertajuk “Botol Lupa Tutupnya: Ironi Kaum-kaum Terlupakan”, yang memanfaatkan ribuan tutup botol plastik.

BALIEXPRESS.ID – Seniman asal Tabanan, Oka Astawa, kembali menegaskan konsistensinya dalam mengangkat isu ekologi melalui seni rupa. Kali ini, ia menghadirkan karya instalasi bertajuk “Botol Lupa Tutupnya: Ironi Kaum-kaum Terlupakan”, yang memanfaatkan ribuan tutup botol plastik hasil pungutannya selama hampir dua tahun di Pantai Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan.

Proyek ini mulai dikerjakan sejak pertengahan 2023. Hampir setiap sore, Oka menghabiskan waktu berjalan di tepi pantai menikmati matahari terbenam. Dari kegiatan itulah ia sering menemukan tumpukan sampah plastik, khususnya tutup botol, yang berserakan di bibir pantai. Temuan ini kemudian menggugah hatinya untuk mengolahnya menjadi karya seni instalasi yang sarat makna.

Menurut Oka, karya tersebut memuat pesan mendalam tentang sifat manusia yang sering melupakan sesuatu atau seseorang setelah tidak lagi dibutuhkan, lalu mencarinya kembali ketika merasa perlu. “Habis manis sepah dibuang. Sering kali kita lupa diri, lupa sejarah, lupa dari mana kita datang. Bahkan kepada keluarga, sahabat, atau rekan kerja, kita pernah memainkan peran itu, sadar maupun tidak,” ungkapnya.

Melalui karya ini, Oka ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menjalin hubungan baik dengan alam dan sesama. “Saya ingin karya ini tidak hanya dilihat sebagai seni, tetapi juga sebagai pengingat. Bahwa sampah yang dianggap tak berguna pun bisa punya makna, jika kita mau peduli dan memberi perhatian,”
jelasnya.


“Botol Lupa Tutupnya” bukan karya pertama Oka yang mengusung isu lingkungan. Sebelumnya, ia bersama pemuda desa pernah menggagas S.O.S Beach Project dengan instalasi berjudul “Traces of Civilization Memories”, yang terbuat dari sampah kayu, botol, kaca, dan sandal bekas. Oka juga pernah mengolah papan selancar rusak menjadi karya bertema “Art, Surf and Marine Ecology”, yang menyoroti kerusakan laut dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Kini, melalui ribuan tutup botol plastik yang ia kumpulkan, Oka berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh untuk menjaga laut, lingkungan sekitar, serta membangun keharmonisan dengan alam. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#seni rupa #seniman #seni #ekologi #instalasi #sampah #tabanan