Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PKBM Sad Kertih Diresmikan, Siap Bantu Buleleng Tingkatkan IPM

I Putu Mardika • Jumat, 22 Agustus 2025 | 02:14 WIB

Peresmian PKBM oleh Plt Kadisdikpora Buleleng, Dewa Made Sudiarta, M. Si di Gedung Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Kamis (21/8) pagi.
Peresmian PKBM oleh Plt Kadisdikpora Buleleng, Dewa Made Sudiarta, M. Si di Gedung Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Kamis (21/8) pagi.
BALIEXPRESS.ID- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sad Kertih diresmikan oleh Bupati Buleleng yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, M. Si di Gedung Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Kamis (21/8) pagi.

Pendiri PKBM Sad Kertih, Dr. I Made Bagus Andi Purnomo, M.Pd memaparkan bahwa PKBM membuka layanan berupa Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B, Paket C), Keaksaraan dan Life Skill (Kecakapan Hidup) dan Bimbingan Belajar.

PKBM Sad Kertih menurutnya adalah spesial karena akan memadukan dan mengintegrasikan spirit/nilai agama Hindu pada sekolah umum bercirikan agama Hindu atau widyalaya dengan PKBM itu sendiri dengan prinsip "cross-cutting".

"Cross-cutting adalah pendekatan yang sangat tepat untuk memadukan Widyalaya (Sekolah) dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Pendekatan ini berarti menciptakan inisiatif dan program yang tidak hanya berjalan paralel, tetapi saling bersinggungan dan memperkuat satu sama lain, memanfaatkan keunggulan masing-masing institusi di bawah naungan yayasan kami," ujar Purnomo

Ia juga memaparkan bahwa PKBM Sad Kertih bertujuan menyediakan layanan pendidikan nonformal yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama mereka yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal.

PKBM hadir sebagai solusi untuk menjawab permasalahan buta aksara, putus sekolah, dan kurangnya keterampilan hidup (life skills) dengan menyelenggarakan program seperti Kejar Paket A, B, C, serta berbagai pelatihan vokasional.

Lebih jauh, kata dia, PKBM Sad Kertih juga berperan sebagai agen penguatan pendidikan berbasis masyarakat dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning).

"Lembaga ini tidak hanya fokus pada pembelajaran akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter, kewirausahaan, dan keterampilan. Termasuk terkhusus di PKBM kami memangkat nama Sad Kertih sebagai upaya mewujudkan pembangunan manusia yang berakar pada nilai-nilai agama Hindu dan budaya Bali yang adiluhung," papar dia.

Purnomo juga mengungkapkan, alasan praktis pendirian PKBM di Desa Umejero yang menjadi satu gedung dengan Widyalaya (Sekolah Hindu) adalah untuk memberikan akses pendidikan kesetaraan di kecamatan tersebut karena selama ini belum ada PKBM yang aktif beroperasi di Busungbiu.

"Jadi, kami fokuskan di awal ini di Busungbiu. Kedepan kami akan berkolaborasi untuk membuka cabang di wilayah tengah di Singaraja dan wilayah Timur di Kubutambahan. Tujuannya agar IPM Buleleng bisa naik, utama terkait rata-rata lama sekolah. Sementara, saat ini angka rata-rata lama sekolah kita masih di angkat 7,5 tahun atau rata-rata bersekolah sampai kelas 2 SMP. Solusi jangka pendek sebenarnya adalah PKBM harus semakin luas jangkauannya," kata dia.

Sementara itu, Plt. Kadisdikpora Buleleng, Dewa Made Sudiarta, M. Si dalam sambutannya memaparkan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah yayasan yang telah mendirikan PKBM di wilayah Kecamatan Busungbiu.

Menurut dia, hal tersebut merupakan langkah nyata dalam memfasilitasi siswa yang putus sekolah, termasuk mereka yang mengalami kesulitan akses pendidikan karena berbagai permasalahan dan kendala. Termasuk membantu mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Buleleng.

Sudiarta menilai bahwa sektor pendidikan adalah sektor yang membutuhkan dukungan pelbagai pihak dalam proses pengembangannya. Pemkab Buleleng merasa berterima kasih dengan yayasan-yayasan yang membangun PKBM untuk mendukung keberadaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Disdikpora.

Pihaknya pun berharap agar PKBM Sad Kertih dalam terus berinovasi dan berkolaborasi dalam upaya memajukan pendidikan di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut.

"Kami sangat mendukung peresmian PKBM ini dan berharap agar keberadaannya dalam mendukung kami dalam menyukseskan pembangunan di bidang sumber daya manusia, terkhusus pendidikan," pungkasnya. (dik)

    

Editor : I Putu Mardika
#Disdikpora #Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra #pkbm #Sad Kertih #buleleng