Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gerai Grosir Modern di Bali Bertransformasi, Sasar Wisatawan dan UMKM Lokal

Rika Riyanti • Jumat, 22 Agustus 2025 | 14:57 WIB

PEMBARUAN KONSEP: Suasana customer di Lotte Mart
PEMBARUAN KONSEP: Suasana customer di Lotte Mart

 

 

BALIEXPRESS.ID – Persaingan industri ritel di Bali kian ketat seiring meningkatnya kebutuhan wisatawan dan pelaku usaha kecil terhadap produk yang beragam dan terjangkau.

Kondisi ini mendorong sejumlah jaringan ritel besar melakukan pembaruan konsep, tidak hanya menjual produk dalam skala grosir, tetapi juga memperluas layanan hingga ke sektor kuliner dan pengantaran langsung.

Hal inilah yang dilakukan salah satu ritel grosir di Bali, Lotte.

Menurut President Director PT Lotte Shopping Indonesia, Kim Tae Hoon, langkah ini bukan semata pembaruan fasilitas, melainkan strategi memperkuat layanan terhadap berbagai segmen konsumen di Bali, termasuk wisatawan dan pelaku usaha kecil.

Baca Juga: 400 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Program Satu Keluarga Satu Sarjana di Bali

“Bali merupakan salah satu aset penting di Indonesia. Di Bali ini ada banyak sekali variasi dari customer, baik turis lokal maupun internasional. Jadi, ini merupakan kesempatan yang baik menurut kami untuk melakukan sebuah improvement,” ujar Kim Tae Hoon, Kamis (21/8).

Ia menekankan, kebutuhan layanan ritel di Bali sangat beragam karena industri pariwisata menuntut ketersediaan produk yang bervariasi.

“Service industry juga perlu berbagai jenis produk lebih dari tempat lain di Indonesia karena banyaknya variasi makanan dan budaya. Karena itu, kami merasa ini kesempatan penting untuk memperbaiki model bisnis sekaligus memberikan layanan terbaik, tidak hanya bagi customer profesional, tetapi juga masyarakat Bali dan wisatawan,” jelasnya.

Selain itu, Lotte juga mempertahankan konsep grosir untuk melayani pelanggan profesional seperti warung, hotel, restoran, katering, hingga rumah sakit dan instansi pemerintah.

Baca Juga: Jejak Digital Wamenaker Noel Minta Koruptor Dihukum Mati Viral Lagi, Kini Malah Terjaring OTT KPK

“Untuk member profesional kita itu ada berbagai jenis, tapi yang paling utama ada tiga, yaitu retail kecil atau warung, hotel-restoran-catering, serta layanan seperti rumah sakit dan kantor,” kata Kim Tae Hoon.

Ia menambahkan, pihaknya tengah mengembangkan layanan distribusi agar pelanggan tidak hanya dilayani di gerai, melainkan juga melalui pengantaran langsung.

“Sepertinya kita tidak butuh begitu banyak tempat lagi untuk melayani customer grosir karena kita akan memulai delivery service. Bahkan kita juga memulai service untuk datang langsung ke tempat customer kita,” ucapnya.

Tak hanya fokus pada produk ritel, pihaknya juga menghadirkan ragam kuliner, termasuk hidangan khas Korea yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Baca Juga: Remaja 14 Tahun Bawa Samurai di Jembatan Ngembik, Diamankan Warga Magelang

“Kuliner Korea ini dikembangkan oleh chef kami dari Korea, sementara banyak chef Indonesia kami kirim ke sana untuk latihan. Setelah kembali ke Indonesia, bahan-bahan disesuaikan dengan industri halal sehingga bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat,” terangnya.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pihaknya juga memperluas fasilitas di sekitar area gerai.

“Kami mau membuat Lotte Mart Bali menjadi tempat yang ramah untuk pelanggan. Kalau dulu parkir berbayar, sekarang gratis. Kami juga membangun lapangan bola, bekerja sama dengan pihak ketiga, serta menghadirkan restoran agar bisa menjadi tempat berkumpul bersama keluarga,” kata Kim Tae Hoon.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #ritel #LOTTE #shopping