BALIEXPRESS.ID - Perkembangan aset kripto di Bali menunjukkan tren signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pulau yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional ini tak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi rumah bagi komunitas kripto dari berbagai negara.
Chief Marketing Officer (CMO) Pintu, Timotius Martin, menyebutkan bahwa Bali kini masuk dalam jajaran 10 besar daerah dengan jumlah pengguna kripto terbanyak di Indonesia.
Baca Juga: Nah Lho! LHKPN Catat Wamenaker Punya 4 Mobil dan NMAX, Saat OTT Malah Sita Puluhan Kendaraan Mewah
”Di Bali banyak developers global yang tinggal di sini. Karena mereka melihat Bali sebagai digital nomad. Yang pasti Bali masuk dalam top 10. Tapi yang paling besar itu, Jakarta," ujarnya saat menghadiri Coinfest Asia 2025 di Nuanu City, Tabanan, Kamis (21/8).
Ia menjelaskan, pemain kripto di Bali bukan hanya warga lokal, tetapi juga ekspatriat maupun wisatawan asing yang menetap sementara dengan KITAS.
Kondisi ini semakin menguatkan citra Bali sebagai salah satu pusat aktivitas digital nomad dunia.
Baca Juga: 1.915 Keluarga di Bangli Tak Punya Jamban, Dinas Kesehatan Ungkap Dua Alasan
Lebih jauh, Timotius menilai secara global posisi Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara Asia lainnya.
Namun, dari sisi regulasi, pemerintah Indonesia justru dinilai cukup progresif.
”Namun secara inovasi kita masih belakang. Begitu juga secara edukasi. Karena kita masih 15-16 juta orang investor kripto di Indonesia. Dan jumlahnya lebih besar dari investor saham yang capai 11-12 juta orang," katanya.
Sementara di negara-negara lain di Asia seperti Singapura, jumlah pengguna sudah mencapai sekitar 30 juta orang.
Sebagai informasi, Pintu dikenal sebagai aplikasi crypto all-in-one pertama di Indonesia pada 2025.
Dalam keikutsertaannya di Coinfest Asia 2025, Pintu menghadirkan konsep berbeda lewat side event bertajuk Pintu Satoshi Sunset Party.
Baca Juga: Jejak Digital Wamenaker Noel Minta Koruptor Dihukum Mati Viral Lagi, Kini Malah Terjaring OTT KPK
Acara ini menyajikan pengalaman interaktif tentang sejarah Bitcoin, dipadukan dengan musik dan seni digital untuk memperkaya pengalaman komunitas kripto.(***)
Editor : Rika Riyanti