Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kelurahan Serangan Bersama BTID Perkuat Kolaborasi Lewat Angen Bali dan Teba Modern, Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

I Gde Riantory Warmadewa • Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:41 WIB

Pembuatan Teba Modern di Kelurahan Serangan
Pembuatan Teba Modern di Kelurahan Serangan

BALIEXPRESS.ID– Warga Kelurahan Serangan, Kota Denpasar, terus berinovasi dalam mengatasi persoalan sampah. Tidak hanya mengandalkan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), warga kini mulai mengembangkan pengelolaan sampah berbasis sumber di beberapa titik desa. Termasuk pengolahan limbah organik yang membutuhkan penanganan berbeda.

 Baca Juga: Bali Jadi Magnet Kripto, Masuk 10 Besar Pengguna Nasional

Melalui program Angen Bali, hasil kolaborasi dengan PT Bali Turtle Island Development (BTID), sampah plastik yang sebelumnya mencemari laut kini diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Langkah ini bukan hal baru. Sejak 2023, Kelurahan Serangan bersama BTID telah menghadirkan tujuh unit teba modern di sejumlah fasilitas umum. Program ini menjadi fondasi penting penguatan gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber di desa pesisir tersebut.

“Tepat tanggal 19 Agustus 2025, kami bangkit lagi. Berdasarkan instruksi nasional untuk menyelamatkan bumi, kami wajib ikut serta dengan cara membangun teba modern,” ujar Jro Bendesa Serangan, I Nyoman Gde Pariatha.

Tidak hanya itu, sebanyak 100 teba modern akan dibangun di Kelurahan Serangan. BTID juga memberikan 19 unit teba modern tambahan untuk mendukung inisiatif pelestarian lingkungan. Seluruh unit ini diprioritaskan di fasilitas umum.

 Baca Juga: Nah Lho! LHKPN Catat Wamenaker Punya 4 Mobil dan NMAX, Saat OTT Malah Sita Puluhan Kendaraan Mewah

Menurut Kepala Komunikasi BTID, Zakki Hakim, kolaborasi ini adalah wujud komitmen jangka panjang antara desa/kelurahan dan swasta.

“Kami percaya solusi sejati lahir dari masyarakat. Peran kami menjaga agar inisiatif seperti Angen Bali dan teba modern terus berjalan, bahkan menjadi contoh untuk Bali dan Indonesia,” ujarnya.

Langkah ini juga dirangkaikan dengan agenda tahunan Serangan Bersih Indah Asri (Bersinar) yang berlangsung 6 Agustus hingga 19 September 2025. Program ini menjadi bukti konsistensi warga menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempertahankan penghargaan Rintisan Desa Wisata.

“Pembangunan teba modern adalah bagian dari program Serangan Bersinar yang berkolaborasi dengan BTID. Harapannya, masyarakat semakin sadar menjaga kebersihan,” kata Kepala Kelurahan Serangan, Ni Wayan Sukanami.

 Baca Juga: Realisasi Retribusi Pasar di Bangli Rendah, Baru Capai 28 Persen dari Target

Selain mendukung kebersihan, teba modern juga memberi manfaat ekonomi.

“Hasilnya berupa pupuk kompos yang bisa digunakan warga atau dijual untuk menambah penghasilan,” jelas I Wayan Patut, aktivis lingkungan setempat.

Langkah Serangan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang mewajibkan setiap kelurahan membangun teba modern. Dalam APBD Kota Denpasar, telah dialokasikan dana sebesar Rp450 juta per kelurahan untuk pembangunan 100 teba modern berkapasitas 100 liter dan 200 komposter.

Dengan adanya teba modern dan pusat pengolahan plastik Angen Bali, warga kini bisa memilah sampah sejak rumah. Sampah plastik diolah menjadi produk daur ulang bernilai ekonomis, sementara limbah organik, termasuk sisa hasil laut, diubah menjadi kompos.

 Baca Juga: Viral Lagi! Ucapan Wamenaker Soal Gaji Kecil: Kalau Mau Tambahan Ya Nyopet, Kini Malah Diciduk KPK

Keterlibatan semua pihak – dari generasi muda, desa adat, hingga desa dinas – memperkuat gerakan ini. Gotong royong menjadi kunci, membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu bergantung pada teknologi canggih, melainkan pada kesadaran kolektif. Dari Serangan, muncul contoh nyata bahwa limbah bisa menjadi peluang, lingkungan tetap terjaga, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.*

Editor : Wiwin Meliana
#serangan #btid #teba modern #sampah