Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Aksi Moshing Berakhir Ricuh Warnai Penampilan Band Lokal di Buleleng Festival 2025

Wiwin Meliana • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 15:55 WIB

Sejumlah penonton terlibat aksi Moshing saat penampilan band lokal di Bulfest
Sejumlah penonton terlibat aksi Moshing saat penampilan band lokal di Bulfest

BALIEXPRESS.ID – Penampilan band lokal Bali dalam gelaran Buleleng Festival 2025 diwarnai insiden kericuhan pada Kamis malam (21/8/2025).

Ribuan penonton yang memadati area panggung utama terlibat aksi moshing tak terkendali, hingga menyebabkan situasi di belakang panggung sempat memanas.

Baca Juga: Soal Pedagang Nasi Jinggo Didatangi Petugas Pajak, Pasek Suardika: Jangan Terlalu Sadis sama Rakyat

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah anak muda melakukan aksi moshing — aksi fisik berupa saling dorong dan tabrak antarpenonton — yang umumnya terjadi dalam konser musik keras seperti punk atau metal.

Sayangnya, aksi tersebut dilakukan secara acak dan tak terkendali, tanpa memperhatikan keselamatan penonton lain.

Aksi tersebut memicu kekacauan di tengah kerumunan, bahkan beberapa penonton terlihat saling sikut dan terlibat cekcok.

Petugas keamanan yang berjaga segera turun tangan dan mencoba menenangkan massa agar situasi tidak semakin memburuk.

Baca Juga: Pedagang Nasi Jinggo Didatangi Petugas Pajak, Niluh Djelantik: Cek Dulu Usaha Milik WNA

Meski sempat terjadi ketegangan, konser tetap berjalan hingga selesai tanpa adanya laporan korban serius.

Namun, kejadian ini langsung memicu perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menyayangkan aksi tersebut yang dinilai berlebihan dan tidak pada tempatnya.

"Norak banget, moshing-nya nggak nyambung sama band yang tampil. Nggak semua konser harus ada mosh pit," tulis salah seorang netizen.

Netizen lainnya juga menyoroti pentingnya menjaga kenyamanan dan keselamatan sesama penonton.

Moshing merupakan bentuk tarian ekstrem yang biasanya muncul dalam konser musik dengan energi tinggi.

Baca Juga: Persebaya Incar Kemenangan Perdana di Kandang, Eduardo Perez: Kami Tahu Potensi Bali United

Para penonton saling mendorong, bertabrakan, bahkan membanting tubuh satu sama lain di area khusus yang disebut mosh pit.

Meskipun dianggap sebagai bentuk ekspresi semangat dan kebebasan, moshing juga memiliki risiko cedera jika dilakukan sembarangan tanpa memperhatikan aturan tidak tertulis — seperti tidak menendang kepala, tidak memukul, dan membantu orang yang terjatuh.

 

Editor : Wiwin Meliana
#kericuhan #buleleng festival #moshing #ricuh