Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pembangunan Bandara Bali Utara Semakin Dekat, Mangku Pastika : Jangan Biarkan Orang Bali Jadi Penonton

Dian Suryantini • Senin, 25 Agustus 2025 | 00:15 WIB

Mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.
Mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Wacana pembangunan Bandara Bali Utara kembali mengemuka. Mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan agar masyarakat Bali tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri ketika megaproyek ini terealisasi.

“Jangan sampai muncul isu bahwa bandara ini bukan untuk orang Bali. Kalau dari awal hanya menggerutu, nyacadin, bisa saja masyarakat Bali benar-benar hanya jadi penonton,” tegas Pastika, saat melakukan penandatanganan kerjasama antara PT. BIBU Panji Sakti dan Yayasan Mandara Sejati, Minggu (24/8).

Mimpi untuk memiliki bandara di Bali Utara sudah lama, bahkan sejak 20 tahun silam. Kini, peluang mewujudkan impian itu disebutnya mencapai 90 persen lebih. Karena itu, yang perlu disiapkan bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) Bali agar bisa terlibat langsung.

“Utamakan orang Bali, kalau memenuhi syarat. Saya ingin tahu model manusia seperti apa yang dibutuhkan, baik di konstruksi maupun operasional, supaya bisa dipersiapkan. Kalau sudah memenuhi syarat tapi tidak diterima, baru boleh diamuk,” ujarnya.

Pastika menekankan pentingnya spesifikasi SDM yang jelas agar tenaga kerja lokal bisa bekerja maksimal. Ia juga mengingatkan, pembangunan harus berjalan sejalan dengan konsep blue and green economy serta Tri Hita Karana.

“Bali ini kecil, tidak boleh rusak. Tidak boleh mengganggu rakyat, tidak boleh merusak lingkungan, dan tidak boleh merusak hubungan dengan ketuhanan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Direktur Utama PT. BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adyatmoko Hariwibowo, memastikan pembangunan Bandara Bali Utara akan terealisasi. Proyek ini, sudah memiliki payung hukum yang kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur pembangunan bandara dan jalan tol penghubungnya.

“Ini harus diwujudkan karena sudah menjadi kebijakan dari Presiden. Dari Bali Utara untuk Nusantara,” ujarnya.

Baca Juga: PT BIBU Ajak Sejumlah Tokoh Puri ke KBRI Singapura, Tujuannya Gaet Investasi Besar untuk Bandara Bali Utara

Menurutnya, persiapan pembangunan telah dilakukan sejak 10 tahun lalu saat Made Mangku Pastika menjabat Gubernur Bali. Investor asing pun disebut tetap konsisten mendukung proyek tersebut.

Erwanto menjelaskan, BIBU akan menyediakan lebih dari 200 ribu lapangan pekerjaan melalui skema superholding yang menaungi lima holding dan 14 anak perusahaan. Bidang yang digarap mencakup catering, parkir pesawat, hingga layanan operasional lain.

“Kami tidak ingin isu masyarakat Bali jadi penonton itu benar. Kami akan batasi tenaga kerja asing, maksimal 500 orang saja, meskipun ada kerjasama dengan perusahaan luar negeri lainnya,” jelasnya.

Isu sensitif mengenai pengaruh pembangunan terhadap budaya Bali juga dijawab. Menurutnya, keberadaan penglisir atau tokoh adat sangat penting sebagai penjaga budaya. Karena itu, pihaknya berkomitmen membangun bandara tanpa menggeser identitas Bali.

“Bandara ini untuk Nusantara, tapi budaya Bali tetap dijaga,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan upacara groundbreaking di Istana Negara sebagai simbol kesiapan. “Kegiatan hari ini untuk memperkuat pernyataan bahwa kami siap lahir batin, bukan hanya finansial, tapi juga tenaga kerja,” ucapnya.

Pemilihan sekolah mitra yang dekat dengan lokasi rencana bandara juga dinilai strategis. “Tidak ada yang lebih siap dari sekolah ini (SMA Taruna Mandara) untuk mengisi lapangan pekerjaan nantinya,” tutup Erwanto. ***

Editor : Dian Suryantini
#Tri Hita Karana #bali utara #bandara #sdm