BALIEXPRESS.ID – Bermula dari hobi memelihara ikan hias, seorang pria asal Buleleng yang kini tinggal di Denpasar, Komang Puspayana (32), berhasil mengubah kegemarannya menjadi ladang bisnis menjanjikan.
Sejak dua tahun terakhir, ia fokus membudidayakan ikan pari air tawar berbagai jenis yang kini tengah naik daun di kalangan penghobi.
Baca Juga: Sadis, Janda Usai 50 Tahun Dibunuh Usai Pelaku Tak Mampu Bayar Open BO
Pria yang akrab disapa Puspa, bahkan telah membangun akuarium raksasa (megatank) di kediamannya.
Ia rela merogoh kocek puluhan juta rupiah demi mengoleksi jenis-jenis ikan pari eksotis yang kini menghasilkan pasif income yang tidak sedikit.
"Awalnya cuma hobi, lama-lama saya lihat peluang bisnisnya besar karena permintaan makin naik, terutama jenis premium seperti Black Diamond dan Motoro," ujar Puspa saat ditemui pada Selasa (26/8/2025).
Ikan pari air tawar semakin digemari karena tampilannya yang eksotis. Pola bintik-bintik unik serta gerakan anggun menjadikannya simbol kemewahan di dunia akuarium.
Menurut Puspa, jenis yang paling banyak dicari saat ini adalah:
Motoro – terkenal dengan bintik-bintik khas, harga mulai Rp 1,5 juta (anakan).
Black Diamond (BD) – jenis premium, harga anakan Rp 3,5–4 juta.
Marbel – hasil silangan dua jenis pari kisaran harga hingga Rp 2 jutaan.
Albino (Pearl Stingray) – sangat langka, harga bisa puluhan juta rupiah.
"Sekarang saya sudah punya keempat jenis itu. Yang terbaru saya beli Albino betina, rencananya memang mau budidaya jenis ini karena pasarnya masih eksklusif," ujarnya.
Puspa kini tengah mencari pasangan jantan untuk Albino betinanya agar bisa memulai budidaya jenis langka tersebut.
Jenis ini tergolong eksklusif karena warnanya yang terang dan langka di pasaran, membuatnya jadi buruan kolektor ikan hias papan atas.
Baca Juga: HEBOH Video Warga Bali Bacakan Daftar Amplop Kondangan, Nominal Rp50 Ribu Jadi Sorotan
“Kalau sudah punya pasangannya, bisa mulai program breeding. Potensi pasarnya sangat bagus karena jarang ada di Indonesia,” tambahnya.
Meski terlihat mewah, ikan pari air tawar bisa dibudidayakan baik di akuarium memanjang maupun kolam terpal. Namun, kunci suksesnya ada pada kualitas air dan sistem filtrasi biologis yang efisien.
Berikut tips dari Puspa:
- Gunakan filter biologis berkualitas.
- Ganti air secara rutin.
- Beri makan dua kali sehari dengan udang atau potongan ikan laut beku.
- Tambahkan suplemen multivitamin untuk menjaga kesehatan.
- Jaga suhu dan kebersihan air agar tetap stabil.
Ikan pari air tawar berkembang biak secara ovovivipar yakni bertelur di dalam tubuh induk, lalu dilahirkan dalam kondisi hidup. Seekor induk bisa beranak dua hingga tiga kali setahun, dengan jumlah anak cukup banyak, membuat bisnis ini sangat menguntungkan.
"Untuk anakan umur satu bulan saja sudah bisa dijual. Ukuran 14–15 cm sudah laku di harga Rp 1,5 juta untuk Motoro, dan Rp 3,5–4 juta untuk Black Diamond," jelasnya.
Untuk ikan pari ukuran remaja (25–30 cm), harga bisa naik menjadi Rp 3–4 juta, sedangkan dewasa (40–50 cm) bisa tembus Rp 5–6 juta per ekor.
Dengan semakin banyaknya penghobi dan kolektor, budidaya ikan pari air tawar kini dilirik sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis hobi dan peternakan akuakultur.
Puspa pun berharap usahanya bisa menginspirasi generasi muda Bali untuk memanfaatkan peluang ini.
“Kalau kita tekuni, dari hobi bisa jadi sumber penghasilan yang serius. Apalagi tren ikan hias makin besar sekarang,” tutupnya.
Editor : Wiwin Meliana