Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Update! Buntut Demo Ricuh di Bali, Polda Tangkap Lebih dari 140 Orang, Diduga Aktif Provokasi

I Gede Paramasutha • Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:20 WIB
RICUH: Aksi demo yang berubah jadi kericuhan di depan Kantor DPRD Bali. (Bali Express/Agung Bayu)
RICUH: Aksi demo yang berubah jadi kericuhan di depan Kantor DPRD Bali. (Bali Express/Agung Bayu)

BALIEXPRESS.ID - Batu berterbangan, vandalisme, hingga bakar bakaran, mewarnai aksi unjuk rasa yang digelar di Bali pada Sabtu (30/8). Demo yang awalnya menyuarakan berbagai aspirasi atau tuntutan, seketika berubah menjadi kericuhan massal.

Kericuhan dalam demo tersebut terpantau terjadi di beberapa titik. Pertama di depan Markas Komando Polda Bali dan area sekitarnya, lalu berlanjut ke depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali dan di sekitar Kawasan Renon, Denpasar.

Alhasil ada ratusan orang yang diamankan. Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombespol Ariasandy, demo dimulai di depan Mako sekitar pukul 11.00 WITA, dengan diikuti sekitar 300 orang.

Mereka terdiri dari mahasiswa, driver Ojek online (Ojol), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), LBH (Lembaga Bantuan Hukum) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

"Sejak awal perwakilan unjuk rasa menyerukan pembubaran DPR dan menuntut kejadian meninggalnya driver Ojol di Jakarta, karena tertabrak Rantis Polri, agar di proses secara hukum," tuturnya.

Sebagai antisipasi, Polda Bali menurunkan sebanyak 1000 personel gabungan dengan instansi terkait, termasuk Pecalang Desa Adat Pagan.

Bahkan, Dirsamapta Polda Bali sempat naik ke podium untuk menenangkan masa dan akan menindaklanjuti tuntutan tersebut.

Namun massa mulai anarkis sekitar pukul 15.30 WITA. Mereka memaksa masuk Mako Polda Bali dengan mendobrak pintu gerbang utama.

Selain itu, melalukan pelemparan batu ke arah kantor dan petugas yang mengamankan, serta corat coret di pintu dan tembok Mako.

Tindakan tersebut sampai mengakibatkan beberapa personil Polri yang sedang bertugas pengamanan mengalami luka-luka.

Dengan terpaksa pasukan PHH Brimob dan Samapta Polda Bali bertidak tegas sesuai SOP. Petugas memaksa para pendemo mundur dan berusaha membubarkan dengan gas air mata dan semburan water cannon. Lantaran, aksi yang anarkis dapat membahayakan warga sekitar.

Meski begitu, pendemo disebutnya malah semakin anarkis dan semakin membahayakan. Saat itu pula polisi mengamankan 22 orang yang paling aktif memprovokasi massa.

"Ada yg dari Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Gorontalo, Flores, termasuk Bali. Mereka sata ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Bali," tambahnya.

Adapun korban luka-luka terdiri dari personil Polda Bali delapan orang dan dua orang sipil dirawat di RS Trijata Polda.

Tak berhenti sampai di situ, massa aksi melanjutkan demo ke depan Gedung DPRD Bali di Renon.

Sama seperti sebelumnya, ketegangan tersulut dan berujung kerusuhan lagi. Aksi lempar batu, dan bakar-bakaran kembali terjadi. Mobil-mobil kepolisian turut diserang.

Bahkan ada yang diduga melempar bom molotov. Kepolisian pun membentuk barikade pasukan bertameng.

Kendaraan taktis dan water cannon juga disiagakan. Alhasil water cannon dan gas air mata ditembakkan untuk memukul mundur massa.

Terbaru, secara keseluruhan ada lebih dari 140 orang yang diamankan buntut demo yang ricuh ini.

"Yang diamankan lebih dari 140, mayoritas masyarakat pendatang," kata Mantan Kabid Humas Polda NTT ini. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#bali #polda #demo #ricuh