Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

FKPEN Kecam Demo Anarkis, Jangan Terprovokasi Isu SARA

Wiwin Meliana • Senin, 1 September 2025 | 16:09 WIB

Rapatkan Barisan : Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali melakukan rembug, untuk membahas Langkah – langkah agar Bali tetap damai.
Rapatkan Barisan : Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali melakukan rembug, untuk membahas Langkah – langkah agar Bali tetap damai.

BALIEXPRESS.ID– Bali mulai jadi area demo yang anarkis. Atas kondisi ini Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali merapatkan barisan. Mereka melakukan rapat dan akhirnya memiliki sikap, seruan dan mengimbaun.

Pada intinya mereka menolak keras bahkan mengecam Bali disusupi pihak perusuh yang ingin membawa agenda Bali jadi kacau.

Dalam rapat ini hadir, Penasehat Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Yosep Yulius Diaz yang akrab disapa Yusdi Diaz, Ketua FKPEN Bali Anak Agung Bagus Ngurah Agung, Ketua Ikatan Keluarga Batak Bali (IKBB) Pontas Simamora, Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Jawa Timur (FKPJ) Anton Wahyudi, Ketua Umum Perhimpunan Tionghoa Bali (INTI) Putu Agung Prianta, Ketua Flobamora Bali Umbu Billy, dan Ketua Badan Musyawarah Urang Sunda (BAMUS Bali) Agus Samijaya yang juga Sekretaris Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara Bali (FKPEN Bali).

Baca Juga: Tagar Darurat Militer Trending di X, Apa Itu? Ini Penjelasan dan Resikonya

Ketua FKPEN Bali A.A Bagus Ngurah Agung, menegaskan pihaknya menghargai kebebasan menyampaikan aspirasi, namun menolak segala bentuk anarkisme dan tindakan provokatif. Apalagi arah dari penyampaian pendepatan memang dirancang untuk membuat rusuh. FKPEN mengecam keras aksi yang ingin membuat kenyamanan, keamanan apalagi mau mengganggu stabilitas Bali.

“Penyampaian pendapat adalah hak setiap orang, tapi harus dilakukan sesuai aturan. Kami menolak keras dan mengecam jika ada aksi demo untuk anarkis, membuat rusuh apalagi memang diagendakan untuk Bali terganggu stabilitasnya. Kami tegas menolak,” ujar Ngurah Agung.

Selain itu, yang terpenting juga seluruh masyarakat, khususnya warga Bali yang multi-etnis, agar tidak terpancing isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam menyikapi aksi demonstrasi yang marak belakangan ini.

Baca Juga: Imbas Aksi Joget dan Sakiti Hati Rakyat, Lima Anggota DPR Ditendang dari Parlemen, Ini Daftarnya

Ia mengingatkan agar aksi penyampaian aspirasi tidak dikaitkan dengan suku, agama, ras, maupun identitas etnis tertentu.

“Kerusuhan atau tindakan anarkis bukan soal etnis atau agama. Jangan dikaitkan dengan hal-hal sensitif yang bisa memecah belah. Bali ini rumah kita bersama yang damai dan multi-etnis. Dalam situasi ini kita semua pihak Bersatu, saya yakin etnis apapun tak ingin Bali kacau. Mari Bersatu untuk menjaga Bali aman,” tegasnya.

 Baca Juga: ASTAGA! Rumah Mewah yang Dijarah Massa Ternyata Bukan Milik Nafa Urbach, Ini Penjelasan Satpam

FKPEN juga mengimbau orang tua agar menjaga anak-anaknya, terutama yang masih di bawah umur, agar tidak ikut dalam aksi yang berpotensi berujung ricuh. Warga Bali pastinya ingin suasana Bali tetap tenang, tenteram, dan damai.

Sehingga, Ngurah Agung mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusifitas dengan tidak terprovokasi dan tetap mematuhi aturan hukum.

“Jaga Bali, anak – anak jangan sampai ikut terpancing. Bali hidup dari Pariwisata, sekecil apapun kekacauan yang terjadi akan berbeda dimata dunia. Jaga Bali, jaga lumbung pariwisata Bali tetap nyaman. Sehingga ekonomi Bali tetap bisa stabil,” pungkasnya. (art)

Editor : Wiwin Meliana
#bali #demo #provokasi #perusuh