Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

NAHAS, Baru Kerja Tiga Hari, Buruh Proyek Asal Blitar Tewas Tersetrum di Denpasar Timur

I Gede Paramasutha • Senin, 1 September 2025 | 16:48 WIB
Tempat kejadian perkara (TKP) buruh proyek tewas tersetrum listrik. (Bali Express/Istimewa)
Tempat kejadian perkara (TKP) buruh proyek tewas tersetrum listrik. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Seorang buruh proyek berinisial SM, 31, bernasib nahas saat bekerja di sebuah Proyek Bangunan, Jalan Sekar Sari, Gang Melasti, Banjar Tangtu, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Ia tersetrum listrik hingga tewas pada Minggu (31/8) pagi.

Menurut penjelasan Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, berdasar kesaksian sesama buruh proyek inisial AM, 40, awalnya mereka mengerjakan tugas masing-masing sekitar pukul 08.00 WITA.

"Saksi melakukan pengecoran di atas bangunan, sedangkan korban sedang memindahkan kabel listrik pompa air di bawah," beber Sukadi, Senin (1/9).

Tiba-tiba, SM terlihat mengalami kejang-kejang akibat tersengat listrik.

Sehingga, saksi spontan berteriak meminta pertolongan kepada teman kerja lainnya.

Teriakan tersebut didengar oleh rekan inisial T, 23, yang posisinya dekat dengan korban, hanya tersekat tembok kamar.

Saat T menengok, didapati SM dalam keadaan kejang-kejang tersengat listrik. Sehingga, pemuda itu bergegas mencabut saklar listrik pompa air yang digunakan.

Sayangnya, diduga pria asal Lingkungan Krajan, Desa Jegu, Kecamatan Sutojayan, Blitar, Jawa Timur itu sudah meninggal.

"Setelah aliran listrik terputus, korban sudah dalam keadaan kaku dan tidak bergerak," tambahnya.

T lantas memeriksa kabel yang dipegang korban dan diketahui ternyata kondisi robek atau terkelupas. 

Insiden ini pun dilaporkan ke pihak berwajib dan petugas BPBD Kota Denpasar.

Selanjutnya, jenazah SM dievakuasi menggunakan Tim Ambulance BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa baru bekerja di proyek tersebut sekitar tiga hari dan hanya memiliki seorang rekan satu kampung berinisial An, serta bekerja di daerah Ketewel, Gianyar.

"Korban saat ini berada di RSUP Prof Ngoerah. Berdasarkan keterangan saksi, jenazah rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman untuk proses pemakaman," pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#tewas #tersetrum #buruh proyek #denpasar