Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desak Evaluasi Menyeluruh Pasca Tragedi di PKB Klungkung, KNPI Bali Sebut Kesiapan Pemerintah Lemah

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 9 September 2025 | 00:38 WIB
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali, Anak Agung Gde Utama Indra Prayoga.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali, Anak Agung Gde Utama Indra Prayoga.

BALIEXPRESS.ID – Suasana Hari Raya Banyupinaruh yang jatuh pada Minggu (7/9/2025) di Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung mendadak duka.

Baca Juga: Sertipikasi Tanah Wakaf di Klungkung Dipercepat, BPN-Kemenag Perkuat Sinergi

Sehari sebelumnya, aparat gabungan telah melakukan patroli di kawasan tersebut. Namun, ironisnya, sehari kemudian justru terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa.

Ketua DPD KNPI Provinsi Bali, Anak Agung Gde Utama Indra Prayoga, menilai tragedi ini menunjukkan lemahnya kesiapan pemerintah provinsi, pemerintah daerah, maupun aparat terkait dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Standar keselamatan jelas tidak diperhatikan. PKB yang digadang-gadang sebagai pusat kebudayaan justru mencatat insiden berulang. Jangan sampai nyawa rakyat dijadikan taruhan,” tegas pemuda yang akrab disapa Gung Indra.

Menurut pemuda asal Klungkung tersebut, musibah yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai sekadar takdir, melainkan akibat kelalaian berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa insiden ini seharusnya menjadi bahan evaluasi serius.

“Kalau soal budaya kita selalu bangga menyebut Bali sebagai barometer. Tapi soal keselamatan rakyat? Kenyataannya masih jauh dari harapan,” sindirnya.

Gung Indra pun meminta agar Pemprov Bali, Pemkab Klungkung, aparat keamanan, Dishub, hingga pecalang duduk bersama menyusun mekanisme pengamanan yang jelas di kawasan PKB.

Menurutnya, keberadaan petugas di pintu masuk timur dan barat setidaknya dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat tanpa harus melarang aktivitas mereka.

"Bagusnya ada yang jaga di pintu masuk timur dan barat misalnya dari jam 12 siang sampai jam 12 malem. Kalau masyarakat yang tujuannya melali ya berikan saja, asalkan tidak ada kekerasan, perusakan, atau tindakan yang membahayakan orang lain,” ujarnya.

Tragedi di PKB Klungkung ini bukan kali pertama terjadi. Sejumlah insiden serupa pernah tercatat sebelumnya. Karena itu, KNPI Bali mendesak agar ada langkah nyata, bukan sekadar laporan atau pencitraan semata.

“Ini sudah lebih dari dua kali terjadi. Jangan lagi ada korban berikutnya,” pungkas Gung Indra. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #knpi #pemerintah #insiden #evaluasi #lemah #jembatan merah