Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tambahan Medali dari Dancesport dan Catur, Buleleng Tempel Ketat Gianyar

Dian Suryantini • Rabu, 10 September 2025 | 16:37 WIB

Pertandingan cabang olahraga Dance Sport dari Kontingen Buleleng pada Porprov Bali 2025.
Pertandingan cabang olahraga Dance Sport dari Kontingen Buleleng pada Porprov Bali 2025.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Langkah kontingen Kabupaten Buleleng di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Bali 2025 semakin mantap. Hingga Selasa (9/9) malam, perolehan medali Buleleng mengalami lonjakan berkat kontribusi dua cabang olahraga, yakni Dancesport dan Catur.

 

Cabang olahraga Dancesport menutup rangkaian pertandingan dengan hasil yang cukup membanggakan. 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Torehan tersebut mengantarkan tim Dancesport Buleleng sebagai Juara Umum III. Posisinya berada di bawah Denpasar dan Tabanan yang memang dikenal sebagai dua kekuatan besar di cabang olahraga ini.

 

Sementara itu, kejutan datang dari papan catur. Atlet Percasi Buleleng sukses membuka pertandingan dengan raihan 1 emas di nomor standar perorangan putra, serta 2 perak dari nomor standar beregu putra dan standar beregu putri. Tambahan medali ini menjadi bukti bahwa Catur Buleleng masih konsisten mencetak prestasi di level provinsi.

 

Dengan tambahan dari dua cabor tersebut, posisi Buleleng di klasemen sementara ikut terdongkrak. Per Selasa (9/9) pukul 19.00 Wita, kontingen “Bumi Panji Sakti” bercokol di urutan keempat klasemen sementara dengan koleksi 28 emas, 53 perak, dan 40 perunggu. Catatan ini menempatkan Buleleng hanya terpaut tipis dari Gianyar yang berada di posisi ketiga, dengan selisih hanya dua medali emas.

 

Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, memberikan apresiasi besar atas perjuangan para atlet. Ia menekankan bahwa capaian Dancesport dan Catur harus menjadi pemicu semangat bagi cabang olahraga lain yang masih akan bertanding.

 

“Masih ada 36 cabor yang belum turun gelanggang. Kami tetap optimis perolehan medali Buleleng bisa melampaui capaian Porprov 2022 lalu. Apa yang sudah ditunjukkan oleh Dancesport dan Catur adalah bukti nyata bahwa atlet-atlet kami punya kualitas bersaing,” ujar Wiratmaja, Rabu (10/9).

 

Optimisme itu memang bukan tanpa alasan. Pada Porprov 2022, Buleleng menempati peringkat lima besar. Kini, dengan selisih tipis dari Gianyar, peluang untuk menembus posisi tiga besar semakin terbuka lebar.

 

Keberhasilan Dancesport meraih sembilan medali disambut suka cita oleh Ketua Pengkab Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Buleleng, Ida Ayu Wardhani Sutjidra. Ia mengaku bangga karena timnya mampu menjaga tradisi medali, meski target awal sebenarnya lebih tinggi.

 

“Kami targetnya sebenarnya lebih tinggi, namun karena ada sedikit kendala, emas yang diraih berkurang satu. Tetapi anak-anak sudah berjuang maksimal, sehingga bisa membawa Buleleng menjadi Juara Umum III. Terima kasih kepada KONI dan seluruh pihak, termasuk para orangtua atlet yang selalu memberi dukungan,” ungkap Wardhani.

 

Wardhani menambahkan bahwa peta persaingan Dancesport kini semakin ketat, terutama dengan dominasi Denpasar dan perkembangan pesat Tabanan. Meski demikian, ia percaya dengan pola pembinaan yang berkesinambungan, Buleleng bisa menjadi kekuatan yang lebih disegani di masa depan.

 

“Dancesport ini olahraga yang luar biasa, bukan sekadar hiburan. Dengan pembinaan yang konsisten dan kaderisasi atlet baru, kami optimis prestasi Buleleng akan semakin meningkat,” kata dia.

 

Sementara itu, keberhasilan Catur Buleleng meraih emas dan dua perak pada hari pertama pertandingan menjadi bukti nyata bahwa olahraga otak ini masih menjadi salah satu andalan. Raihan emas dari nomor standar perorangan putra menjadi momen krusial yang mengangkat semangat tim.

 

Ketua Percasi Buleleng, meski belum memberi pernyataan resmi, diyakini akan terus memompa motivasi atletnya. Apalagi, nomor-nomor lain di catur masih berpeluang menyumbang medali tambahan.

 

Dengan posisi sementara di urutan keempat dan selisih tipis dari Gianyar, jalan Buleleng menuju tiga besar masih sangat terbuka. Faktor kunci terletak pada performa 36 cabang olahraga yang belum dipertandingkan. Jika tren positif dari Dancesport dan Catur bisa ditulari ke cabor-cabor lain, bukan mustahil Buleleng akan menorehkan sejarah baru di Porprov XVII Bali.

 

Kebersamaan, dukungan orangtua, serta kerja keras para atlet menjadi fondasi penting dalam menggapai asa tersebut. Buleleng kini bukan hanya menanti medali, tetapi juga sedang membangun kepercayaan diri untuk menjadi barometer olahraga di Bali.

 

Porprov XVII Bali masih menyisakan banyak pertandingan. Namun, dengan semangat juang yang sudah diperlihatkan, Buleleng jelas punya modal besar untuk melangkah lebih jauh. (dhi)

Editor : Dian Suryantini
#Juara Umum III #gianyar #dance sport #atlet #denpasar #emas #catur #porprov bali 2025 #tabanan #buleleng