BALIEXPRESS.ID- Hujan yang terus mengguyur wilayah Bali, khusus Kota Denpasar berbuah petaka, pada Rabu (10/9). Sejak subuh, banjir sudah timbul di aliran Tukad Badung, hingga merendam pemukiman, serta pertokoan.
Bahkan, basemen Pasar Badung yang menjadi tempat parkir kendaraan terpantau tenggelam dipenuhi air.
Baca Juga: Kronologi Ibu Hamil Meninggal Terseret Arus Banjir di Jembrana, Suami Selamat
Namun yang paling parah, ada beberapa rumah toko (Ruko) di Bantaran Tukad Badung, Jalan Sulawesi, Desa Dauh Puri Kangin, yang roboh ke sungai akibat diterjang derasnya banjir.
Terdapat dua keluarga yang menjadi korban tragedi itu. Menurut penuturan pria bernam Rizal Husain, 63, ada empat orang keluarganya yang jadi korban.
"Ada dua toko (roboh), Centrum dan Taslim. Di dalam ruko Centrum ada keluarga saya. Memang tidur disini, di lantai atas ada kamar dan bagian belakangnya dapur," tuturnya.
Adapun rincian para korban itu adalah nenek bernama Maimunah, 75, yang merupakan kakak kandung Rizal. Anak dan menantu Maimunah, bernama Nadira, 47, dan Muis, 50, serta cucunya Khusay, 23. Sedangkan, korban dari ruko Taslim, bernama Taslim, 54, dan Farwah 30.
Baca Juga: UPDATE Bencana di Bali: Ibu Hamil Dua Bulan di Pengambengan Meninggal Dunia Terseret Arus
Peristiwa diketahui terjadi ketika ia menerima telepon dari sang kakak. "Ceritanya tadi kakak saya sempat telepon antar jam 06.00 pagi, tiba-tiba blank (terputus), mungkin kejadiannya di situ jam 06.00 - 06.30 itu," bebernya.
Informasi sementara yang Rizal terima, Nadira, Muis dan Khusay sudah ditemukan. Tetapi, sang kakak Maimunah, dan dua korban dari ruko Taslim belum ditemukan.
"Ketemunya ada di Pura Demak, tapi masih simpang siur informasinya," kata dia.
Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional 2025, BPJS Ketenagakerjaan Gianyar komitmen Tingkatkan Mutu Layanan
Para korban yang ditemukan ada yang dibawa ke Rumah Sakit Wangaya dan ada juga di Rumah Sakit Balimed. Hanya saja, Rizal tak tahu, bagaimana kondisi keluarganya itu. Dirinya berencana membuka bongkar ruko untuk mencari kakaknya.
"Siapa tahu kakak saya ada di dalam, saya belum bisa buka ruko karena digembok, masih cari gerinda," tambahnya.
Editor : Wiwin Meliana