Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

200 Pedagang Pasar Kumbasari Kehilangan Dagangan Akibat Banjir, Gubernur Koster Janji Ganti Rugi

I Gede Paramasutha • Rabu, 10 September 2025 | 20:08 WIB

Gubernur Koster Janji Ganti Rugi pedagang yang terdampak banjir
Gubernur Koster Janji Ganti Rugi pedagang yang terdampak banjir

BALIEXPRESS.ID – Bencana banjir besar yang menerjang Kota Denpasar pada Rabu (10/9/2025) menyisakan duka mendalam, khususnya bagi para pedagang Pasar Kumbasari.

 Sekitar 200 pedagang kehilangan seluruh barang dagangannya setelah tembok pembatas bantaran sungai di sekitar pasar roboh dan basement pasar tergenang air.

Baca Juga: Tragedi Banjir di Pasar Pengosari-Kerobokan, Satu Orang Hanyut Terbawa Arus

Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Walikota Denpasar IGN Jaya Negara turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi terdampak paling parah, termasuk kawasan Pasar Kumbasari dan aliran Tukad Badung yang meluap hebat hingga merobohkan bangunan dan memutus akses warga.

“Langkah pertama adalah menyelamatkan para pedagang dulu. Astungkara secara umum bisa diselamatkan,” ujar Koster di tengah peninjauan.

Koster menyampaikan bahwa seluruh kerugian para pedagang, baik barang dagangan yang hanyut, rusak, hingga kerusakan bangunan, akan diganti menggunakan dana gabungan dari APBD Provinsi Bali dan Kota Denpasar.

“Saya minta Walikota segera menghitung kerugian agar proses pemulihan bisa dipercepat. Pedagang harus bisa kembali berjualan begitu situasi sudah kondusif,” tegasnya.

Baca Juga: Banjir Tewaskan 3 Orang di Denpasar, Begini Langkah-Langkah Gubernur dan Walikota

Selain fokus pada pemulihan ekonomi warga, Gubernur juga menekankan pentingnya pembersihan pasca banjir, khususnya penanganan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai dan memperparah banjir.

“Sampah ini harus dibersihkan tuntas agar banjir tidak terulang. Sampahnya banyak sekali, bisa dari pedagang, masyarakat, atau terbawa arus. Saya minta TNI dan Pemkot segera bersihkan,” katanya.

Koster juga mencatat, terdapat 43 titik banjir di Kota Denpasar, dengan dua wilayah terparah berada di Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak. Menurutnya, curah hujan yang sangat tinggi selama 24 jam terakhir menjadi penyebab utama luapan Tukad Badung.

Sementara itu, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyebut, terdapat sejumlah korban jiwa akibat bencana ini.

“Data sementara, satu korban meninggal di RS Wangaya, dua korban ditemukan di Taman Pancingan, dan dua orang masih dalam pencarian,” ungkapnya.

Jaya Negara menyebut, tujuh wilayah paling terdampak meliputi Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Sidakarya, Panjer, dan Pemogan. Bahkan di beberapa titik, banjir mencapai plafon rumah warga.

Baca Juga: Banjir di Pasar Pengosari-Kerobokan, Ketinggian Air Capai 4 Meter

“Saya seumur hidup baru lihat banjir separah ini. Ada warga yang sampai menaruh anaknya di atas plafon untuk menyelamatkan diri,” tuturnya.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkot Denpasar telah membuka sejumlah posko pengungsian dengan fasilitas makanan dan layanan kesehatan. Posko tersebar di antaranya di Kertalangu dan Padangsambian Kaja.

Jaya Negara juga memastikan bahwa tidak ada pungutan retribusi pasar selama masa bencana.

“Pedagang sedang terkena musibah. Kita hentikan dulu retribusi, dan bantu sebisa mungkin,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi korban dan pembersihan material banjir masih berlangsung. Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkot Denpasar sedang mempertimbangkan untuk menetapkan status darurat bencana, guna mempercepat proses penanganan dan pencairan dana darurat.

Editor : Wiwin Meliana
#pedagang #Pasar Kumbasari #ganti rugi #koster #banjir