BALIEXPRESS.ID – Dinas Sosial Klungkung menurunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang langsung membuka dapur umum di Kantor Desa Kusamba.
Kantor Desa Kusamba sendiri menjadi lokasi penampungan sementara puluhan warga Banjar Pancingan yang menjadi korban banjir, Rabu (10/9/2025).
Layanan logistik dan makanan siap saji disalurkan kepada warga terdampak. Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Klungkung juga mengirimkan personel untuk membantu evakuasi, pelayanan kesehatan, serta dukungan dapur umum.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Klungkung sejak Selasa (9/9/2025) menyebabkan Sungai Candigara di Desa Kusamba, meluap. Air bah setinggi pinggang orang dewasa kemudian merendam permukiman warga. Data terbaru, total ada 99 KK dengan 420 jiwa yang harus dievakuasi ke Bale Banjar Pancingan dan Kantor Desa Kusamba.
Evakuasi dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klungkung bersama TNI-Polri, aparat desa, dan relawan. Perahu karet maupun kendaraan operasional dikerahkan untuk mengevakuasi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta ibu hamil. Warga terdampak sementara ditampung di Bale Banjar Pancingan, lengkap dengan layanan medis untuk pemeriksaan kesehatan serta pendataan.
Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama jajarannya meninjau lokasi banjir. Ia mengapresiasi sinergi lintas instansi yang cepat turun tangan dan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Pemerintah akan terus berupaya hadir bersama masyarakat, baik dalam evakuasi maupun pemenuhan kebutuhan darurat. Saya minta warga tetap siaga karena hujan masih berpotensi turun dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Hingga siang hari, hujan mulai mereda dan genangan perlahan surut. Namun, BPBD tetap menyiagakan personel di sekitar aliran sungai untuk mengantisipasi banjir susulan. Rencananya, para pengungsi akan dipindahkan ke Kantor Desa Kusamba yang dinilai lebih representatif.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan serta kelancaran aliran sungai. Pemerintah juga menegaskan akan memperkuat program edukasi kesiapsiagaan bencana di tingkat desa dan sekolah. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana