BALIEXPRESS.ID - Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (9/9), menyebabkan basement sejumlah kantor di Puspem Badung banjir.
Kondisi basement yang tergenang air ini pun menyebabkan kendaraan yang terparkir ikut terendam.
Banjir ini diperkirakan terjadi akibat tingginya debit air yang masuk ke area basement, sehingga pompa yang tersedia kewalahan mengantisipasi.
Baca Juga: PT Dharma Nyata Press Dibeli Pakai Uang PT Jawa Pos
Kepala Bagian Umum Setda Badung, I Nyoman Artaka saat dikonfirmasi Rabu (10/9) pun tak menampik terjadinya banjir.
Ia menyatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang terjadi selama sehari.
Namun alat pompa yang tersedia di setiap gedung tidak dapat mengantisipasi terjadi banjir lantaran debut air yang besar.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Tinjau Banjir di Kawasan Kuta, Wabup Alit Sucipta Pantau Bencana di Sempidi
“Kalau hujan normal, ya sebentar-sebentar kan bisa langsung dilempar (airnya) keluar. Ini karena hujannya full,” ujar Artaka.
Ia menyebutkan, banjir terjadi di basement Kantor Bupati Badung, Dinas Sosial, Dinas PUPR, dan Dinas Pariwisata.
Namun kondisi terparah ada di Dinas Sosial yang satu gedung dengan Dinas Kesehatan.
Baca Juga: Target 15 ribu Kunjungan, The Nusa Dua Festival Kembali Digelar
“Cuman beberapa unit gedung kayak di dinas sosial sama kayak di kesehatan, di Setda juga gitu, kalau PUPR kecil debut airnya,” ungkapnya.
Disinggung terkait kerusakan kendaraan yang terparkir, Artaka mengaku akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.
“Kalau yang di Setda (Kantor Bupati Badung) di kayaknya (tidak ada) karena belum sampe tinggi airny. Mungkin di dinas-dinas lain yang gak lebih tinggi dia kan otomatisnya mungkin sampe lah kena di atas ban (mobil) itu,” paparnya.
Meski demikian pihaknya menegaskan, telah dilakukan proses penanganan banjir.
Dirinya bersama tim menggunakan pompa tambahan untuk menguras air di basement.
Bahkan proses penanganan disebutkan juga dibantu oleh tim dari Dinas PUPR Badung.
“Ada tambahan pompa, dari tadi pagi kami udah tambahan pompa untuk menguras air. Sekarang sudah surut,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga