BALIEXPRESS.ID- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat banjir di Bali mencapai sembilan orang.
Selain itu, masih terdapat enam orang yang dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.
Demikian disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto usai mengikuti rapat di Kertha Sabha, Rabu (10/9/2025) malam.
“Untuk di Bali sendiri per malam ini yang meninggal dunia ada 9 orang, kemudian yang masih hilang ada 6 orang,” ujar Suharyanto.
“Dari pencarian tim gabungan dipimpin Basarnas sampai di atas 100 orang lebih, sampai jam 7 malam itu belum menemukan orang yang hilang, tapi besok pagi jam 7 akan mulai dicari lagi sampai betul-betul 6 orang yang hilang ini ditemukan,” tambahnya.
Ia menegaskan, pencarian korban akan dilakukan tanpa batas waktu.
“SOP-nya 6x24 jam tetapi kalaupun 6x24 jam belum ditemukan kita akan cari sampai ketemu,” katanya.
Selain korban jiwa, ratusan bangunan juga terdampak banjir. Data sementara menunjukkan, sebagian besar kerusakan terjadi pada kios dan ruko di pasar.
“Memang yang menonjol bukan rumah masyarakat tetapi yang rusak ratusan itu adalah kios dan ruko-ruko kecil di pasar, jumlahnya ada 474 unit, tapi kalau rumah masyarakat tidak banyak,” jelasnya.
Kerusakan infrastruktur juga ditemukan pada beberapa jalan dan jembatan.
“Infrastruktur yang lain ada jalan beberapa yang longsor, jembatan alami kerusakan. Tetapi tadi kita sepakat mulai hari ini dan seterusnya itu akan diperbaiki, akan dibuat rapat teknis untuk perbaikan," terangnya.
"Jadi kita sepakat malam ini mana yang akan diperbaiki pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten, kota, provinsi, dan mana yang diperbaiki pemerintah pusat dalam hal ini BNPB dan kementerian terkait,” imbuh Suharyanto. (*)
Editor : I Made Mertawan