Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terbesar dan Pertama Kali Terjadi di Bali, Koster Pimpin Penanganan Banjir

Rika Riyanti • Kamis, 11 September 2025 | 13:42 WIB

PENANGANAN: Rapat koordinasi bersama BNPB di Kerta Sabha, Rabu (10/9) malam.
PENANGANAN: Rapat koordinasi bersama BNPB di Kerta Sabha, Rabu (10/9) malam.

BALIEXPRESS.ID– Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan hujan deras yang mengguyur Pulau Bali sejak 9 September 2025 pagi hingga 10 September pukul 10.00 WITA telah memicu banjir besar yang disebutnya sebagai kejadian pertama kali di Bali.

“Hujan sangat lebat baru pertama kali terjadi di Bali pada tanggal 9-10 September 2025 selama lebih dari 24 jam, mulai tanggal 9 September pagi sampai tanggal 10 September 2025 pukul 10.00 pagi. Hujan lebat ini mengakibatkan banjir besar yang juga pertama kali terjadi di Bali,” kata Koster saat menghadiri rapat koordinasi bersama BNPB di Kerta Sabha, Rabu (10/9) malam.

 Baca Juga: Amor ing Acintya! Warga Jembrana Tewas Tersetrum Listrik saat Cek Genangan Air

Menurut Koster, banjir terjadi di 123 titik yang tersebar di enam kabupaten/kota. Rinciannya yakni 81 titik di Kota Denpasar, 14 titik di Kabupaten Gianyar, 8 titik di Kabupaten Tabanan, 4 titik di Kabupaten Karangasem, 4 titik di Kabupaten Jembrana, dan 12 titik di Kabupaten Badung. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di 18 titik, bangunan roboh di 16 titik, jalan dan jembatan rusak di 3 titik, serta pohon tumbang di 9 titik. 

Banjir tersebut menyebabkan korban jiwa sebanyak 9 orang. “Korban jiwa 9 orang, terdiri dari Denpasar 4 orang, Jembrana 2 orang, Gianyar 2 orang, dan Badung 1 orang,” ujar Koster. Sementara itu, enam orang lainnya masih dalam pencarian.

Koster menambahkan, kerugian material cukup signifikan, khususnya di Denpasar. “Sedang dalam perhitungan, di antaranya kios, los, dan ruko total 474 unit, 1 unit ruko 3 lantai roboh, 4 unit ruko rusak berat, 9 unit ruko rusak ringan, serta peralatan pedagang dan barang dagangan hanyut dan rusak di Pasar Kumbasari dan Ruko Jalan Sulawesi Denpasar,” jelasnya.

 Baca Juga: Fenomena Gelombang Rossby-Kelvin Jadi Pemicu Banjir di Bali

Jumlah pengungsi di Denpasar mencapai 240 orang yang tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Banjar Tohpati, Kesiman, Kerta Langu (52 orang), Kesambi (22 orang), Banjar Dadakan (75 orang), Gedung NU (80 orang), serta SD 25 Pemecutan Kelod (11 orang).

Koster menegaskan, penanganan dilakukan secara cepat dengan melibatkan seluruh pihak. “Gubernur Bali turun langsung memimpin bersama Walikota Denpasar, TNI, Basarnas, dan masyarakat telah melaksanakan penanganan memprioritaskan pengamanan para pedagang,” tegasnya.

Adapun langkah yang sudah dan sedang dilakukan antara lain membersihkan sampah, menyiapkan lokasi pengungsi di balai banjar, penyedotan air di lantai parkir Pasar Badung, hingga rencana penambahan mesin penyedot berkapasitas besar dari Balai Air Kementerian PU. Selain itu, pemerintah akan segera menghitung ganti rugi ruko yang roboh, peralatan serta barang dagangan pedagang, serta memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak.

Baca Juga: Update Bencana di Bali! 9 Orang Meninggal, 6 Hilang dan 474 Kios Rusak

Dalam rapat bersama BNPB, kata Koster, telah dibahas percepatan penanganan dan ganti rugi. “Ganti rugi akan ditangani bersama oleh BNPB, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar,” ujarnya.

Sejauh ini, banjir di sejumlah wilayah sudah mulai surut. “Banjir Tukad Unda telah normal kembali seperti biasanya, banjir di Badung, Gianyar, Jembrana, dan Klungkung telah berakhir, kondisi sudah normal kembali,” kata Koster.

Meski begitu, penyedotan air di lantai parkir Pasar Badung masih berlangsung dan diperkirakan selesai dalam dua hari. Pemerintah juga telah menetapkan status tanggap darurat agar dapat melibatkan semua komponen masyarakat serta menggunakan anggaran darurat dari APBN dan APBD untuk ganti rugi dan perbaikan infrastruktur.

Baca Juga: BNPB Tetapkan Status Darurat Bencana di Bali, Salurkan Bantuan Awal Rp5 Miliar 

Untuk tahap selanjutnya, Koster memastikan pembersihan sisa sampah di Pasar Kumbasari dan Pasar Badung dilakukan mulai Kamis (11/9). “Segera memproses ganti rugi pedagang, serta perbaikan jalan dan jembatan rusak,” pungkasnya.(ika)

Editor : Wiwin Meliana
#koster #banjir #gubernur bali