Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fakta-Fakta Banjir Ekstrem Terjang Bali: 12 Orang Meninggal dan Ratusan Titik Tergenang

Wiwin Meliana • Jumat, 12 September 2025 | 18:21 WIB

Bali diterjang banjir ekstrem pada Rabu 10 September 2025
Bali diterjang banjir ekstrem pada Rabu 10 September 2025

BALIEXPRESS.ID— Bencana banjir besar melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali sejak Rabu (10/9/2025), menyebabkan kerusakan parah, korban jiwa, serta ribuan warga terdampak.

Hujan lebat yang berlangsung sejak dini hari diduga dipicu oleh fenomena cuaca gelombang ekuatorial Rossby yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif di wilayah Bali dan sekitarnya.

Baca Juga: Lagi, Budi Arie Kembali Dikritik Warganet Usai Ucapan Terima Kasih ke Diri Sendiri

Menurut penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini menyebabkan hujan dengan intensitas ekstrem, hingga mengakibatkan banjir bandang di berbagai titik.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (11/9/2025) mencatat:

12 orang meninggal dunia

6 orang masih hilang

620 orang terdampak langsung

 

123 titik banjir, tersebar di:

 Baca Juga: Warga Keluhkan Penataan Parkir di Pasar Umum Kusamba dalam Jumat Curhat Polres Klungkung

Denpasar (81 titik)

Gianyar (14)

Karangasem (4)

Jembrana, Badung, dan Tabanan

 

18 titik longsor

 

16 bangunan rusak berat akibat terjangan banjir

 

193 orang mengungsi, terbanyak di:

Denpasar (108 orang)

Jembrana (85 orang)

 

Enam kabupaten/kota paling terdampak adalah:

Kota Denpasar

Kabupaten Jembrana

Kabupaten Gianyar

Kabupaten Klungkung

Kabupaten Badung

Kabupaten Tabanan

 Baca Juga: BPBD Tabanan Catat 33 Titik Bencana Akibat Hujan Dua Hari, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Denpasar dan Jembrana menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan dan pengungsi terbanyak, termasuk rumah-rumah warga yang terendam, infrastruktur publik lumpuh, serta rumah toko yang roboh akibat erosi sungai.

Gubernur Bali telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 7 hari ke depan untuk mempermudah penanganan darurat dan penyaluran bantuan logistik.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto langsung meninjau lokasi banjir dan memimpin rapat koordinasi bersama Pemprov Bali. Ia memastikan bahwa sungai-sungai yang sempat meluap kini mulai surut, namun penanganan tetap harus siaga.

“Pak Gubernur malam ini sudah tanda tangan, tadinya sempat direncanakan dua minggu, tetapi diralat menjadi satu minggu,” kata Suharyanto, dikutip dari Antaranews.

Tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, serta relawan—dengan kekuatan personel sekitar 400–600 orang—masih berjibaku di lapangan untuk:

Melakukan pencarian terhadap korban hilang

Membersihkan puing-puing banjir dan lumpur

Menyalurkan bantuan logistik dan obat-obatan

Mendirikan tenda-tenda darurat bagi pengungsi

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian wilayah Jawa Timur.

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #meninggal #banjir #tergenang