BALIEXPRESS.ID – Hujan lebat yang mengguyur Bali pada Selasa (9/9) menyebabkan Sungai Badung meluap hingga menimbulkan banjir di sejumlah titik di Denpasar dan Badung pada Rabu (10/9).
Meski sempat mengganggu aktivitas warga, kondisi berangsur pulih setelah hujan mereda.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Wayan Sumarajaya, memastikan sektor pariwisata tidak terdampak signifikan.
Baca Juga: OJK Bali Siapkan Relaksasi Kredit bagi Debitur Terdampak Banjir
“Banjir hanya terjadi beberapa jam, dan ketika hujan reda banjir mulai surut. Astungkara, hujan tidak berlanjut sehingga kondisi bisa pulih dengan cepat. Tidak ada dampak signifikan terhadap pariwisata, aktivitas pariwisata masih berjalan seperti biasa, Bandara Ngurah Rai juga masih beroperasi secara normal,” jelasnya pada Jumat (12/9).
Ia menambahkan, langkah cepat juga sudah dilakukan pemerintah daerah untuk menangani dampak bencana.
“Gubernur Bali juga sudah terjun langsung mengambil tindakan cepat untuk memulihkan situasi, berkoordinasi dengan pemerintah Kota Denpasar untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap kerusakan akibat banjir. Perlu juga kami sampaikan bahwa sampai saat ini, kondisi Bali masih aman bagi wisatawan untuk berlibur,” imbuhnya.
Baca Juga: Belajar dari Tragedi Nepal: Waspadai Hoaks dan Jaga Persatuan Bangsa
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan banjir kali ini dipicu curah hujan ekstrem yang sulit diprediksi.
“Prediksi BMKG memang sudah menyebutkan tetapi tiba-tiba ada gelombang Rossby dan Kevin namanya. Sehingga tumpah hujan yang sangat deras 385 mm,” jelasnya saat mengunjungi Posko Bencana Banjir Tohpati, Kamis (11/9).
Ia menekankan bahwa intensitas hujan di Bali bahkan melampaui bencana serupa di Bekasi awal Maret lalu.
Baca Juga: DPD II Golkar Klungkung Siap Musda, Ningrum Digadang Lanjutkan Kepemimpinan
“Kalau Bapak Ibu sekalian masih ingat waktu banjir di Kota Bekasi tanggal 3 Maret 2025 yang lalu itu ternyata curah hujannya tidak sebesar besar seperti yang terjadi kemarin. Jadi hujan 24 jam ini tidak bisa diprediksi sehingga melumpuhkan beberapa kota dan kabupaten,” terangnya.
Hingga saat ini, tercatat banjir di Bali mengakibatkan 18 orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian.
Meski demikian, aktivitas pariwisata di Pulau Dewata dipastikan tetap berjalan normal.(***)
Editor : Rika Riyanti