BALIEXPRESS.ID– Pasca bencana banjir yang melanda Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, aparat kepolisian bersama TNI, perangkat desa, dan masyarakat bergotong royong melaksanakan karya bakti massal, Minggu (14/9/2025) pagi.
Baca Juga: Dampak Bencana di Tabanan Meluas: 66 Titik Rusak, Kerugian Capai Rp 3 Miliar
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 10.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati.
Turut hadir Kapolsek Kota Jembrana IPDA Ngr Agus Dwi Widiatmika Putra, Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta, Perbekel Desa Budeng I Putu Libra Setiawan beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polprades, serta personel gabungan Polres Jembrana.
Total sekitar 50 orang terlibat dalam aksi peduli lingkungan ini.
Baca Juga: Pertahankan Tradisi, Sasuhunan Barong di Sayan Berbahan 43 Ribu Bulu Burung Kokokan
Karya bakti difokuskan pada pembersihan sampah, puing, dan material banjir yang menutupi saluran air di sepanjang selokan desa.
Hal ini dilakukan untuk melancarkan kembali aliran air sehingga risiko banjir susulan dapat diminimalisir.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi menegaskan kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga wujud sinergi TNI-Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Baca Juga: Tanggap Bencana Hidrometeorologi, Gianyar Tetapkan Status Siaga Darurat
“Kolaborasi ini penting agar desa segera pulih dan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir terulang,” ujarnya.
Perbekel Desa Budeng, I Putu Libra Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada aparat gabungan yang bergerak cepat membantu warganya.
Baca Juga: Tanggap Bencana Hidrometeorologi, Gianyar Tetapkan Status Siaga Darurat
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain mempercepat pemulihan desa, juga menumbuhkan semangat kebersamaan,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, aparat dan masyarakat berharap kesadaran kolektif semakin meningkat. Bencana banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga lingkungan.***
Editor : Wiwin Meliana