Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Bugbug Dilirik Investor Eropa, Resort Mewah Akan Dibangun di Bukit Asah

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 16 September 2025 | 23:14 WIB
Groundbreaking ceremony pembangunan resort di Bukit Asah, Bugbug. (Bali Express/Istimewa)
Groundbreaking ceremony pembangunan resort di Bukit Asah, Bugbug. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID – Keindahan alam Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, yang menyajikan perpaduan bukit dan laut mulai menarik perhatian dunia.

Tak hanya wisatawan, para investor asing, terutama dari Eropa kini mulai melirik kawasan ini sebagai lokasi potensial untuk investasi pariwisata.

Tokoh masyarakat setempat, Jro Nyoman Purwa Ngurah Arsana, menyebutkan bahwa potensi wisata di Desa Bugbug sebenarnya sangat besar, namun selama ini belum digarap secara maksimal.

"Yang tergarap baru sekitar 5–10 persen. Padahal potensinya luar biasa untuk dikembangkan," ujarnya saat ditemui di kawasan Bukit Asah, Selasa (16/9).

Ia menilai, jika dikelola secara serius, potensi tersebut bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi Kabupaten Karangasem.

Hal ini juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang seperti Galian C, yang selama ini menjadi andalan.

Purwa menekankan pentingnya peran Pemkab Karangasem dalam merangsang minat investor.

Menurutnya, keindahan panorama seperti di Bukit Asah layak menjadi magnet investasi yang mampu mengangkat perekonomian lokal.

Salah satu contoh nyata, lanjutnya, adalah pembangunan resort mewah di kawasan tersebut oleh investor asal Eropa.

Resort yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 3 hektar ini berdiri di lahan milik keluarga Purwa dan digadang-gadang menjadi yang terbesar dan termewah di Karangasem.

Nilai investasi proyek ini ditaksir mencapai Rp1 triliun dan diperkirakan akan menyerap sedikitnya 500 tenaga kerja lokal.

"Peletakan batu pertama sudah dilakukan. Ini bukti keseriusan investor dalam membangun di Desa Bugbug," kata Purwa.

Meski menyambut baik kehadiran investor, ia menegaskan pentingnya komitmen terhadap regulasi.

Ia meminta seluruh proses perizinan diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembangunan berjalan lebih jauh.

“Yang terpenting adalah kepatuhan terhadap izin. Saya minta jangan ada pembangunan tanpa kelengkapan izin. Jika perlu, tuntaskan perizinan dulu, baru mulai membangun,” tegasnya.

Dengan masuknya investasi besar dan pengembangan sektor pariwisata, Purwa optimis Desa Bugbug akan tumbuh menjadi destinasi unggulan, sekaligus membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#investor #resort #bugbug #bukit asah